Istilah people pleasing mungkin masih ada di antara kita yang jarang mendengarnya atau bahkan tidak mengerti maksudnya. Tetapi sebenarnya people pleasing adalah seseorang yang selalu ingin berusaha menyenangkan orang lain tanpa memperhatikan dirinya sendiri, atau bahkan menomorduakan orang lain. Sebenarnya memperlakukan orang dengan baik memang perlu, tetapi bisa menjadi fatal atau bahkan tidak baik jika terlalu berlebihan, apalagi sampai mengorbankan diri sendiri.
Hal ini memang patut diperhatikan, agar hidup bisa menjadi lebih baik. Ada baiknya sebelum membahagiakan orang lain, patut untuk membahagiakan diri sendiri terlebih dahulu. Mana mungkin bisa menyenangkan orang lain, kalau diri sendiri saja tidak pernah merasakan kebahagiaan ataupun ketenangan.
Maka dari itu, penting kita mengetahui ciri dari people pleasing agar kita tidak terjebak pada sisi negatifnya, dan juga dapat berbuat baik terhadap kepada orang lain tanpa mengorbankan diri sendiri. Mengutip dari akun instagram @pikiran_terbuka, setidaknya ada tiga tanda seseorang people pleasing.
1. Tidak membela diri ketika sengaja direndahkan orang lain
Pada dasarnya tentu tidak ada orang yang suka kalau selau ingin direndahkan, hal ini memang patut diperhatikan dalam lingkup membangun hubungan kepada orang lain. Jangan sampai lingkungan pertemanan tidak bisa mendorong untuk lebih semangat atau menjadi lebih baik, maka jelas bisa merugikan diri sendiri. Apalagi sampai ada unsur saling merendahkan dalam hubungan pertemanan, jelas tidak baik. Maka dari itu, penting untuk tetap membela diri jika memang orang tersebut sengaja untuk merendahkan diri sendiri.
2. Berulang kali memaafkan orang lain yang tidak mau berubah
Memaafkan kesalahan orang lain memang sangat patut untuk diterapkan, akan tetapi apabila orang lain tersebut tidak mau memperbaiki kesalahannya, jelas perbuatannya itu tidak dianggap bisa enteng. Orang yang pada dasarnya tidak mau berubah, tidak patut untuk terus dimaafkan karena bisa saja akan melakukan kesalahan yang sama. Jadi penting untuk memberikan batasan pada diri sendiri bagi orang yang tidak mau berubah yang hanya membuat kita bisa terjebak dalam kegiatan keburukan.
3. Menerima tugas yang lebih, meskipun berada dalam kelelahan
Membantu orang lain memang sangatlah perlu, tetapi kita tidak boleh juga terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan tugas orang lain, apalagi kalau kondisi tubuh juga berada dalam kelelahan. Orang lain mestinya bisa sadar dan saling memahami antar sesama, karena hubungan kepada orang lain hanya akan bisa bertahan jika keduanya bisa saling memahami. Jadi, kita tidak mesti mengorbankan diri sendiri, hanya untuk memenuhi keinginan orang lain, apalagi kalau tidak ada kebermanfaatan yang bisa didapatkan.
Nah, itulah tiga tanda seseorang people pleasing dan tentu masih ada tanda-tanda yang lain. Semoga saja kita dapat menghindari people pleasing karena hanya akan menjerumuskan kita ke dalam lembah keburukan, padahal hidup ini mestinya selalu dituntun pada perubahan dan perkembangan yang bisa lebih baik.
Baca Juga
-
Kuota Hangus: Kita Beli, tapi Nggak Pernah Punya
-
Upgrade Instan ala Naturalisasi: Jalan Pintas yang Kadang Nggak Sesingkat Itu
-
Bukan Kurang Doa, Tapi Memang Sistemnya yang Gak Rata: Curhat Kelas Proletar
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Pilihan Spray Serum Bi-phase untuk Hasil Wajah Sehat dan Bercahaya
-
5 Rekomendasi Body Lotion dengan Kandungan Retinol untuk Cegah Penuaan Dini
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!
-
5 Sampo Berbahan Tea Tree Oil untuk Rambut Berketombe, Gatal-gatal Lenyap
Terkini
-
Di Balik Angka UMR: Ada Cerita Perjuangan di Tengah Kebutuhan yang Meningkat
-
Review Nine Puzzles: Alasan Penggemar Drama Misteri Wajib Nonton Ini
-
Honkai: Star Rail Rilis Trailer Animasi Bersama MAPPA, Picu Spekulasi Anime
-
Membaca Pachinko: Metafora Keberuntungan dan Luka Sejarah yang Abadi
-
Selamat Datang di Era Satu Pekerjaan Saja Tidak Cukup untuk Bertahan Hidup