Untuk sebagian orang, keluarga adalah rumah ternyaman untuk pulang. Bahkan, orang yang mengalami broken home, selalu ada titik di mana mereka ingin memiliki keluarga seutuhnya demi merasakan hangatnya keluarga.
Tapi di sisi lain, selalu ada hal yang kasat mata di antara anggota keluarga satu dengan lainnya. Terutama sisi orang tua yang banyak disembunyikan dari anak. Apa aja sih, kira-kira?
1. Gak pernah berhenti mendoakan anak
Bukan cuma kata-kata, kalimat ini betul adanya. Orang tua gak pernah berhenti mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bahkan, doa ini mengalir di sepanjang waktu, lho!
Seorang ibu, beliau bisa berdoa ketika sedang mencuci baju anaknya, saat menyiapkan makan, ketika anak berangkat sekolah, bahkan saat hendak tidur.
Ketika kamu asik dengan duniamu, ada doa orang tua yang selalu membuntuti. Salut!
2. Selalu dilanda rasa cemas
Gak jauh seperti doa, kecemasan orang tua juga bisa datang setiap saat. Ada banyak ketakutan yang gak bisa diungkapkan satu per satu.
Orang tua cemas kalo gak bisa memberikan yang terbaik buat kamu, memikirkan pendidikan yang layak, pakaian, makanan, hingga barang yang kamu inginkan mengikuti jaman. Hal yang paling mereka takutkan adalah bila kamu tumbuh berbeda dari kebanyakan anak pada umumnya.
3. Sering kelelahan
Baik mental maupun fisik, orang tua rentan kelelahan. Mencukupi keluarga, mengurus rumah tangga, mendidik dan membesarkan anak bersama, semua menguras tenaga dan emosi.
Namun, uniknya orang tua jarang menyadari bahwa dirinya lelah terutama secara emosional. Mungkin ini dikarenakan besar cinta mereka kepada anak-anaknya.
4. Menutupi kenyataan pahit
Gak ada orang tua yang mau terang-terangan memperlihatkan fakta pahit di depan anak-anaknya. Persoalan ekonomi menurun, hingga menyembunyikan rasa sakit yang mereka miliki.
Semua itu dilakukan agar kamu gak perlu mengkhawatirkan soal masa yang akan datang. Menegaskan pada anak-anaknya bahwa semua akan baik-baik saja.
5. Selalu memberikan yang terbaik
Ibarat sepotong kue yang bisa dibagi beberapa bagian, maka orang tua akan memberi seluruh bagiannya untuk kamu. Mereka berusaha lebih dari apa yang kamu bayangkan!
Sekalipun kamu merasa itu hal sepele dan berakhir menyakiti hati mereka, orang tua akan selalu mencoba jadi sosok terbaik untuk anak-anaknya. Luka masih gak seberapa untuk anak yang mereka cintai.
Itu dia sedikit fakta orang tua yang jarang diketahui anak. Selalu ada tujuan dan alasan dari apa yang para orang tua lakukan. Tapi yang paling utama, itu karena mereka mencintai anak-anaknya.
Baca Juga
-
'Dharma' dari Fanny Soegi, Lagu dengan Bahasa Sansekerta yang Maknanya Dalam
-
Tips Pilih Mukena Tarawih, Tampilan Cantik Tak Menjamin Kenyamanan
-
Terlalu Identik dengan Uang, Amal Jariyah Jadi Disepelekan
-
Nyoblos Jadi Mikir Lagi, Hak Suara Rakyat Miskin Dihargai Rp30.000 Demi Menang
-
Ramadhan Tahun Ini Mau Lebih Baik? Please, Jangan Wacana Doang!
Artikel Terkait
-
Cara Kocak Ayah Suapi Anak Ini Viral, Warganet: Kayak Ikutan Lomba
-
Anakmu Nakal? Ternyata ini 5 Penyebabnya
-
Ngadu ke Orang Tua, Remaja 16 Tahun di Tanah Bumbu Diperkosa MID: Memeluk Korban dan Membaringkan
-
Dinyatakan Bersalah, Penyanyi R. Kelly Dijerat Tiga Dakwaan Terkait Kasus Pornografi Anak
-
Bongkar Tabungan Umroh dari Kaleng Biskuit, Jumlah Recehan yang Dikumpulkan Keluarga ini Bikin Melongo!
Lifestyle
-
Bebas Jerawat! 4 Serum Eksfoliasi Fragrance Free Pori Bersih Tanpa Iritasi
-
Atasi Skin Barrier Rusak! 4 Repair Serum Ini Cepat Pulihkan Kulit
-
4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH
-
Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat
-
Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca
Terkini
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV
-
Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral