Setiap wanita pasti ingin diperlakukan dengan baik serta dihargai oleh pasangannya. Istilah lainnya treat like a queen. Hal itu dapat membuat kita jauh lebih bahagia. Ketimbang diberi harta melimpah tapi diperlakukan semena-mena.
Karena pada dasarnya kita membutuhkan, seseorang yang dapat menciptakan kenyamanan dan ketenangan saat bersamanya. Kalau sudah begitu kita akan merasa luwes melakukan apa pun. Tidak takut dikekang atau bahkan diremehkan.
Untuk itulah simak beberapa cara berikut ini supaya kita bisa dihargai oleh pasangan.
1. Berusaha tampil rapi dan sopan
Mengenakan pakaian rapih dan sopan mempengaruhi seorang wanita. Jika, pasangan ingin menghargai kita, harus dimulai dari berpenampilan yang enak dipandang terlebih dahulu.
Karena penampilan merupakan tameng paling ampuh untuk menarik pasangan. Walaupun memakai baju yang biasa saja. Kalau rapih dan sopan akan terlihat indah juga mempesona.
2. Mendengarkan pendapatnya
Meskipun, kita tidak secantik orang lain. Tapi, jika kita mau menjadi pendengar yang baik untuk pasangan. Maka, dia dapat menghargai sikap kita yang satu ini. Jangan remehkan perbuatan tersebut. Karena sebagai wanita acap kali ingin lebih didengarkan daripada mendengarkan.
3. Berbicara dengan nada yang lembut
Wanita memang terkenal dengan kelemah lembutannya dan penuh dengan kasih sayang. Namun, dibalik itu juga ada sifat cerewet yang melekat pada diri wanita. Tergantung bagaimana ia diperlakukan oleh pasangan.
Tapi, terus menerus berbicara akan menghilangkan respect pasangan pada kita. Apalagi dengan nada yang ketus.
4. Bersikap tenang
Wanita kalem sepertinya akan jauh lebih dihargai oleh pasangannya. Karena cenderung akan melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru. Sifat itulah dapat merugikan diri dan pasangan.
5. Melakukan sesuatu dengan tulus
Ketulusan hati seseorang akan terasa, Jika, dia melakukan hal apapun tanpa mengharapkan balasan. Terutama saat menjalin sebuah hubungan yang serius. Disitulah ketulusan wanita dipertaruhkan.
Memang tidak mudah menghadirkan keikhlasan hati dalam hal apapun. Termasuk berkorban untuk menguatkan suatu hubungan. Karena itulah memiliki ketulusan kita akan dihargai.
6. Bisa mengendalikan emosi saat marah
Wanita kalau sudah marah lebih menakutkan dari seekor singa. Meskipun begitu, hal tersebut malah mengurangi rasa respect pasangan. Sebab, wanita yang bisa mengendalikan emosinya, Sering kali menjadi idaman para lelaki.
Namun, perlu diingat jika ingin dihargai oleh pasangan. Kita harus bisa mencintai dan menyayangi diri sendiri lebih dulu. Sebagai wanita jangan mau terlihat lemah. Bersikap lemah hanya akan membuat kita diinjak-injak.
Baca Juga
-
5 Rekomendasi Lagu K-Pop yang Cocok Kamu Persembahkan untuk Ibu Tercinta
-
4 Manfaat Keju untuk Sikecil, Dapat Berguna bagi Kesehatan Tubuhnya
-
5 Makanan Ini Harus Dihindari bagi yang Mengalami Tekanan Darah Rendah
-
4 Cara Memperlakukan Diri Sendiri dengan Baik, Gak Akan Bikin Kamu Rugi!
-
Bau Badan? Rutin Konsumsi Makanan dan Minuman Ini, Aroma Tubuh Langsung Wangi
Artikel Terkait
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Deretan 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Termasuk Indonesia?
-
Mengapa Pasangan Bahagia Pun Bisa Berselingkuh?
-
Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di 2025, Sudah 8 Kali Berturut-turut, Apa Rahasianya?
-
Ayam Geprek Jadi Jurus Damai, Kisah Kocak Pasangan Ini Buktikan Makanan Bisa Redam Emosi
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?