Setiap orang pasti mendambakan pasangan yang baik dalam berkata maupun bertindak. Tidak ada satu pun yang ingin hidup dengan orang kasar, egois dan manipulatif. Terlebih dia hanya pura-pura mencintai demi mengambil keuntungan dari kita.
Karena cinta tulus akan mulai terasa saat dia berani bertahan dalam segala kondisi. Memang bukan hal yang mudah, sebab rintangan akan selalu hadir untuk menguji kekuatan cinta antara dua insan yang bersatu tersebut. Namun, menjalin hubungan juga tak selalu menyedihkan. Adakalanya kita tersenyum bahagia bersamanya.
Jika, kita ingin nyaman dan aman hidup bersamanya, kita perlu protes pada perbuatan pasangan yang tidak kita inginkan darinya terjadi, setuju?
1. Melakukan kekerasan fisik
Pasangan yang selalu melakukan kekerasan fisik untuk melampiaskan amarahnya, tidak akan pernah disukai. Sekalipun dia rupawan dan memiliki segalanya, apalagi kalau sampai berani menyakiti seorang wanita yang dasarnya lemah dan tidak berdaya. Bukankah kita semua dilahirkan dari dalam rahimnya? Tidak ada satu wanita pun yang ingin selamanya hidup dengan orang seperti itu.
2. Diam-diam menyembunyikan sesuatu dari kita
Saat kita tau pasangan diam-diam menyembunyikan sesuatu dari kita, perasaan kita mulai terusik dan langsung overthinking. Lalu, mencoba untuk mencari tau apa yang sedang disembunyikan olehnya. Saat tidak diketahui kita pasti akan berujung pada kekecewaan.
3. Selalu berkata kasar
Pada dasarnya kita ingin diperlakukan dengan lembut oleh pasangan. Terutama dalam perkataan, kita ingin selalu mendengar dia berucap yang baik-baik, Bukan Kata-kata kasar dan menyinggung. Hal itu dimaksudkan supaya kita merasa dihargai oleh pasangan.
4. Cuek dan dingin
Pria cuek dan dingin memang tampak lebih menarik. Karena sifatnya yang membuat kita penasaran. Namun, jika terus menerus bersikap seperti itu. Apakah kita akan tahan bersamanya? Pasti kita juga membutuhkan kehangatan dan perhatian dari pasangan, apalagi disaat diri sedang bersedih.
5. Tidak memprioritaskan diri kita
Pulang bekerja pasangan langsung bermain game atau menonton pertandingan sepak bola. Sementara kita yang sudah membersihkan rumah dan mengurus anak seharian, tidak diprioritaskan. Jika sudah begini kita harus berani berkeluh kesah padanya. Katakan pada pasangan kalau kita juga ingin diutamakan sebagai istri sekaligus dari anak-anaknya. Dengan begitu kita akan merasa lega.
Ternyata pasangan baik bukanlah dia yang selalu terlihat sempurna, saat didepan semua orang. Tapi, pasangan baik itu adalah pasangan yang selalu berusaha membantu meringankan beban kita, tanpa mengharapkan balasan.
Baca Juga
-
5 Rekomendasi Lagu K-Pop yang Cocok Kamu Persembahkan untuk Ibu Tercinta
-
4 Manfaat Keju untuk Sikecil, Dapat Berguna bagi Kesehatan Tubuhnya
-
5 Makanan Ini Harus Dihindari bagi yang Mengalami Tekanan Darah Rendah
-
4 Cara Memperlakukan Diri Sendiri dengan Baik, Gak Akan Bikin Kamu Rugi!
-
Bau Badan? Rutin Konsumsi Makanan dan Minuman Ini, Aroma Tubuh Langsung Wangi
Artikel Terkait
-
4 Kesalahan dalam Berkomunikasi yang Membuat Hubungan Jadi Membosankan
-
4 Dampak Buruk Mengumbar Kemesraan di Media Sosial, Bikin Risih!
-
Lima Kualitas Utama yang Dicari Generasi Milenial untuk Calon Jodoh
-
Bikin Geram! Mau Poligami, Pria Ini Malah Minta Sumbangan Dana dari Istri dan Saudara
-
3 Kesalahan dalam Hubungan Asmara, Bikin Bosan!
Lifestyle
-
5 Toner AHA BHA untuk Atasi Jerawat dan Bruntusan, Kulit Jadi Lebih Mulus!
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Budget 3 Jutaan Mau Foto Ala Flagship? Ini 5 Pilihan HP Terbaiknya!
-
Casual ke Formal Look, Intip 4 Ide Daily OOTD Monokrom ala Chae Won Bin!
-
Rahasia Kulit Glow Up: 5 Step Body Care Agar Lembap dan Cerah
Terkini
-
Maju Dengan Berani atau Tidak Sama Sekali! Meminang Asa di Zero to Hero
-
Live Action BLUE LOCK Rilis Visual 20 Karakter Utama Jelang Tayang Agustus
-
Ketika Keresahan Masyarakat Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Nggak Pakai Dolar"
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam