Sorry syndrome merupakan suatu kondisi di mana seseorang meminta maaf secara berlebihan bahkan saat dia tidak berbuat salah sekalipun. Melansir dari akun instagram @meaningful.me, bahwa kondisi ini biasanya disebabkan oleh rendahnya Self Esteem, ketakutan akan timbulnya konflik, serta rasa cemas akan pemikiran orang lain tentang sifat dan tingkah laku yang dimiliki.
Penelitian menyebutkan bahwa sorry syndrome ini lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria. Karena wanita lebih sering menyalahkan diri sendiri atas pertengkatan atau situasi buruk yang terjadi. Jika dibiarkan, sorry syndrome ini akan menurunkan kepercayaan diri, merasa kurang dihargai, dan membuat orang lain mengambil alih kehidupanmu.
Nah, di artikel kali ini kita akan membahas tentang lima tanda kamu mengalami sorry syndrome, berikut pembahasannya.
1. Meminta Maaf untuk Kesalahan yang Tidak Kamu Lakukan
Kita wajib meminta maaf jika benar melakukan kesalahan kepada orang lain. Sebaliknya jika memang bukan kamu yang berbuat salah, maka tak perlu rasanya untuk meminta maaf. Kamu perlu mengubah pandangan dan sikapmu saat memberikan kata maaf. Pahami situasi dan kondisi yang memang mengharuskan dirimu untuk meminta maaf kepada orang lain.
2. Meminta Maaf untuk Hal Kecil
Banyak orang yang menghubungkan antara permintaan maaf dengan norma kesopanan. Sehingga mereka dapat menggunakan kata maaf untuk beberapa hal kecil. Misalnya saat kamu ingin menyampaikan suatu pendapat kepada orang lain dalam sesi diskusi, maka kamu tidak perlu memulainya dengan kata maaf. Kamu cukup menutarakan pendapatmu seperti biasanya untuk meningkatkan rasa percaya dirimu.
3. Meminta Maaf Saat Membuat Permintaan yang Wajar
Adakalanya kita membuat permintaan yang wajar kepada orang lain, seperti teman, sahabat, ataupun rekan kerja. Contohnya saat mereka ingin pergi membeli makanan dan kamu ingin menitip makanan tersebut karena masih sibuk bekerja. Situasi ini juga dirasa tidak perlu diawali dengan kata maaf karena setiap orang pernah melakukannya.
4. Meminta Maaf Berulang-ulang Kali
Beberapa orang menggunakan kata maaf untuk menurunkan rasa cemas ataupun gugup saat berinteraksi dengan orang lain. Mungkin hal ini dapat membantu mereka mengusir rasa gugup tersebut. Namun ada baiknya kamu berusaha mencari solusi lain yang dapat digunakan untuk menekan rasa gugup tersebut.
5. Orang-orang Menyuruhmu Berhenti Meminta Maaf
Saat sorry syndrome ini telah menjadi kebiasaan bagi kita, secara tidak sadar perilaku seperti ini akan membuat orang-orang merasa jenuh ataupun kesal. Nah, jika telah ada orang yang menyuruhmu untuk berhenti meminta maaf, artinya sorry syndrome yang kamu miliki tersebut harus segera kamu hentikan dan menghantinya dengan ungkapan lain.
Itulah tadi lima tanda kamu mengalami sorry syndrome. Untuk menguranginya, Kamu bisa mengganti kata maaf tersebut dengan ungkapan terima kasih. Misalnya, "Terimakasih sudah menunggu saya." Semoga bermanfaat!
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Rekomendasi Sheet Mask Ampoule untuk Wajah Sehat dan Terawat
-
Anti Ribet! 5 Moisturizer Stick yang Bikin Wajah Lembap Seharian
-
Gak Bikin Jerawat Meradang! Ini 4 Micellar Water untuk Kulit Acne-Prone
-
4 Padu Paddan OOTD Sleek Minimalist ala Heo Nam Joon untuk Segala Momen!
-
Wajah Kusam dan Bruntusan? Coba 4 Exfoliating Face Wash Murah Cuma Rp30 Ribuan!
Terkini
-
Review Toko Buku Gerbang Kota: Ketika Buku Menjadi Penyembuh Kesepian
-
Token Telat Diputus, tapi Listrik Mati Sesuka Hati Tanpa Pengumuman
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Drakor Speaking Dead Tampil di BIFAN, Ungkap Misteri Kasus yang Terkubur
-
Review Film Obsession: Suguhkan Horor Psikologis tentang Obsesi Berbahaya