Keterlambatan sudah dianggap sebuah hal yang lumrah oleh sebagian orang atau sering disebut dengan istilah ngaret. Kebiasaan ini terus merambah dan sering menjadi meremehkan waktu yang telah dijanjikan.
Ketepatan waktu merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, ketepatan waktu memegang peran yang sangat penting dalam kualitas diri seseorang.
Ketepatan waktu menunjukkan seberapa baik seseorang dapat mengelola waktunya dengan baik dan seberapa baik seseorang dapat menepati janjinya. Sebaliknya, keterlambatan dapat mengindikasikan ketidakpedulian pada waktu dan kurangnya penghargaan pada orang lain.
Terlepas dari alasan keterlambatan di luar prediksi seperti macet atau alasan keterlambatan yang tidak disengaja lainnya. Namun ketepatan waktu pada hakikatnya adalah representasi diri dalam menghargai waktu dan orang lain. Memangnya seberapa penting ketepatan waktu?
Berikut adalah tiga alasan mengapa ketepatan waktu sangat penting dalam kualitas diri seseorang.
1. Menjaga Kredibilitas
Salah satu hal yang akan secara gamblang tampak dalam menjaga ketepatan waktu adalah menunjukkan kredibilitas diri. Ketika seseorang selalu tepat waktu dalam setiap tindakan dan kegiatan lain yang dijalani, maka hal ini akan membuat orang lain percaya dan menghargai seseorang tersebut.
Sebaliknya, jika seseorang sering terlambat atau tidak tepat waktu dalam segala hal, maka hal ini akan membuat orang lain meragukan kemampuan dan integritas dirinya.
2. Menandakan Kedisiplinan
Ketepatan waktu juga menunjukkan seberapa baik seseorang dalam mengatur dan mengelola waktunya dengan baik. Seseorang yang selalu tepat waktu dalam setiap kegiatan dan tindakan yang dijalani menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi.
Kedisiplinan adalah kualitas penting dalam kehidupan sehari-hari karena hal ini dapat membantu seseorang mencapai tujuan dan impian yang diinginkan.
Kedisiplinan juga dapat menandakan pada kegiatan sehari-hari di luar dengan ikatan perjanjian adalah orang yang selalu memperhatikan jalannya waktu sebaik mungkin tanpa membuang waktu.
3. Menjaga Efektivitas Waktu
Ketepatan waktu juga sangat penting dalam menjaga efektivitas waktu. Ketika seseorang selalu tepat waktu dalam setiap kegiatan dan tindakan yang dijalani, maka hal ini akan membuat orang tersebut lebih efektif dalam menggunakan waktu yang dimilikinya.
"Kesempatan tidak akan datang dua kali", merupakan istilah yang cocok untuk mengilustrasikan pentingnya tepat waktu dan memanfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin.
Kesimpulannya, ketepatan waktu sangat penting dalam kualitas diri seseorang. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk selalu tepat waktu dalam setiap kegiatan dan tindakan yang dijalani dan tidak menormalisasikan keterlambatan yang disengaja.
Baca Juga
-
Tim PPK Ath-thobib Universitas Jambi Ubah Rumah Terlantar Jadi Wadah Ekspansi Anti-Stunting
-
Resmi! Tim PPK Ormawa Opening Program STARLING Guna Turunkan Risiko Stunting
-
Kompak! Mahasiswa Universitas Jambi dan Warga Legok Beraksi Goro Toga Tangkul
-
Cegah Stunting: Penyuluhan Stunting dan PHBS Disambut Antusias Warga Legok Jambi
-
Begini Kata Mantan Direktur WHO tentang Pandemi di Seminar Internasional FKIK UNJA
Artikel Terkait
-
Gender Integrity Pact, Wujud Nyata Pemberdayaan Perempuan di Desa Tretep
-
KPK Ungkap SPI 2024 Meningkat Tapi Masih dalam Kategori Kuning
-
Anak Muda dan Integritas: Pilar Masa Depan Indonesia
-
Momen Penandatanganan Pakta Integritas oleh Pimpinan KPK 2024-2029
-
MAN 2 Bantul Adakan Sosialisasi Website GOL Gratifikasi KPK
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?