UTBK SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) telah dimulai. Ujian gelombang pertama ini dimulai serentak pada 08 hingga 14 Mei 2023. Kemudian, dilanjutkan dengan gelombang kedua pada 22 hingga 28 Mei 2023. Sejumlah persiapan pun dilakukan oleh para siswa menjelang ujian ini. Dosen Psikologi Unpad, Dr. Fitriani Yustikasari Lubis, M.Psi. pun memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan siswa.
1. Fisik
Pertama adalah fisik. Melansir laman resmi Unpad, fisik yang prima akan membuat peserta lebih mudah berpikir jernih dan siap menghadapi situasi ujian.
Hal ini karena pelaksanaan ujian biasanya potensial melelahkan karena mereka akan dihadapkan dengan berbagai soal yang sulit.
“Kondisi badan yang fit dan sehat juga mendukung ketenangan dalam menghadapi ujian,” ujar Dr. Fitriani Yustikasari Lubis, M.Psi., Dosen Departemen Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.
2. Informasi
Kedua, Fitri menyarankan agar peserta mencari banyak informasi seputar UTBK hingga referensi universitas. Sehingga mereka bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan dan mengambil keputusan saat ujian.
3. Memahami Metode Belajar
Ketiga, memahami metode belajar yang tepat juga sangat dibutuhkan agar proses penyerapan materi bisa lebih maksimal. Peserta bisa modifikasi cara belajar sesuai kekuatannya.
Misalnya, ketika peserta adalah tipe murid yang susah menghafal. Mereka bisa menyiasatinya dengan menyediakan waktu untuk belajar lebih banyak. Sehingga mereka dapat melakukan pengulangan dari materi yang telah dipelajari.
BACA JUGA: Oversharing: Berlebihan dalam Berbagi Informasi sampai Lupa Akibatnya
Sementara bagi peserta yang kesulitan memahami soal-soal, mereka bisa berlatih beragam soal. Sehingga mereka terbiasa menyelesaikan soal dengan berbagai tingkat kesulitan walau dengan rumus yang sama.
Fitri juga memaparkan bahwa dengan mengenali cara belajar, siswa akan mampu menguasai materi sesuai dengan keterbatasannya.
4. Kecemasan
Keempat, menyiasati rasa cemas. Dalam hal ini Fitri menyarankan peserta untuk wajib percaya diri. Tanamkan keyakinan bahwa diri telah mempersiapkan diri secara maksimal.
Kemudian, berdoa karena dengan ketenangan, peserta bisa lebih sukses dan tidak terhambat ketika berpikir dalam menyelesaikan ujiannya.
“Jika cemas sulit diredakan, bisa melakukan relaksasi sebelum tes dilakukan, misalnya duduk di kursi tes sambil mengatur pernafasan,” kata Fitri.
5. Dukungan Orang Tua
Kelima, dukungan orang tua. Tidak terlalu banyak memberikan pendapat, lebih banyak mendengar keluh kesah dan kekhawatiran anak, adalah salah satu bentuk dukungan. Hal ini juga membantu meredakan kecemasan anak.
Selain itu, berikan fasilitas, seperti mengantar anak ke lokasi, membantu menyiapkan persyaratan dan barang-barang yang dibutuhkan, juga tak kalah penting untuk dilakukan. Sehingga, anak merasa mendapat dukungan penuh dari orang terdekatnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tak Hanya Sesama Teman, Saat Guru dan Dosen Juga Jadi Pelaku Bully
-
Kisah Relawan Kebersihan di Pesisir Pantai Lombok
-
Viral Tumbler KAI: Bahaya Curhat di Medsos Bagi Karier Diri dan Orang Lain
-
Ricuh Suporter Bola hingga War Kpopers, Saat Hobi Tak Lagi Terasa Nyaman
-
Budaya Titip Absen: PR Besar Guru Bagi Pendidikan Bangsa
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Inspirasi Outfit Kasual ala Lia ITZY, Cozy dan Stylish Setiap Hari!
-
4 Ide Outfit Jeans ala Maudy Ayunda, Simpel dan Selalu Terlihat Berkelas
-
4 Peeling Serum Succinic Acid Eksfoliasi Maksimal Cegah Jerawat Kambuh Lagi
-
5 Look Ngampus Simpel yang Tetap Kece untuk Hangout ala Shin Hye Sun
-
4 Pelembap Probiotic Atasi Redness dan Kulit Kering untuk Skin Barrier Kuat
Terkini
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Bintangi Film The King's Warden, Park Ji Hoon Ungkap Perjuangan Turun 15 Kg
-
Onadio Leonardo Ungkap Pelajaran Berharga usai Jalani Rehabilitasi Narkoba
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Gasing Tengkorak: Permainan Terlarang yang Membuka Pintu Kematian