
Pendidikan anak merupakan salah satu tanggung jawab penting bagi orang tua. Proses ini memerlukan pendekatan yang baik agar anak tumbuh menjadi individu yang berkarakter dan sukses di masa depan. Salah satu metode yang populer adalah menerapkan prinsip-prinsip Seven Habits ala Steven Covey dalam pendidikan anak.
Prinsip-prinsip tersebut tidak hanya berlaku dalam dunia bisnis, tetapi juga dapat diterapkan dalam membentuk karakter anak. Berikut adalah enam cara menerapkan kebiasaan baik dalam pendidikan anak ala Steven Covey.
1. Menjaga Keseimbangan Antara Kehidupan Pribadi dan Sosial (Habit 1: Be Proactive)
Ajarkan anak untuk memiliki tanggung jawab atas pilihan mereka ketika menghadapi situasi yang cenderung "sulit" dan menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan interaksi sosial.
2. Menentukan Visi dan Tujuan Bersama (Habit 2: Begin with the End in Mind)
Orang tua perlu membantu dan mendukung anak menemukan tujuan hidup mereka dengan cara membimbingnya, termasuk ketika merencanakan tujuan jangka panjang dan menemukenali cita-citanya. Hal ini akan membantu anak memiliki arah yang jelas dalam hidup.
3. Prioritaskan yang Penting (Habit 3: Put First Things First)
Ajarkan anak tentang pentingnya mengelola waktu dan mengutamakan tugas-tugas yang memberikan nilai tambah pada hidup mereka. Dengan cara ini, anak akan belajar untuk bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka.
4. Memahami dan Empati (Habit 4: Seek First to Understand, Then to Be Understood)
Orang tua harus membimbing anak untuk belajar mendengarkan dengan empati sebelum berbicara. Ini akan membantu anak membangun kemampuan komunikasi yang baik dan menghargai pandangan orang lain.
5. Bekerja Sama dan Sinergis (Habit 5: Synergize)
Ajarkan anak pentingnya bekerja dalam tim dan menghargai perbedaan pendapat. Dengan memupuk kolaborasi, anak akan belajar bagaimana mencapai hasil yang lebih baik dengan menerima ide dari berbagai sudut pandang.
6. Tumbuh Kembang adakah Dampak jangka panjang (Habit 6: Sharpen the Saw)
Dukung dan dampingi anak untuk terus belajar dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini juga termasuk perkembangan fisik, mental, emosional, dan spiritual. Melalui investasi ini, anak akan menjadi individu yang seimbang dan berkualitas.
Menerapkan prinsip-prinsip kebiasaan baik dalam pendidikan anak dinilai bisa membantu mengembangkan karakter dan keterampilan yang penting bagi masa depan mereka. Dengan meletakkan dasar pondasi yang setara, kuat dan konsisten, orang tua sedang memberikan bekal berharga bagi anak untuk menyambut tantangan kehidupan dengan percaya diri seperti yang dirangkum dari sumber tulisan Covey, S. R. (1997). The 7 Habits of Highly Effective Families. Golden Books.
Baca Juga
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
5000 Langkah dan Satu Liter Bensin, Refleksi Tentang Ketidakadilan
-
Membincang Pertolongan Pertama pada Psikologis
-
Menyambangi Bukit Rhema dan Eksplorasi Perjalanan Spiritual di Gereja Ayam
-
Sudah Tahu Well Being? Ini Cara Mewujudkannya agar Hidupmu Jadi Lebih Baik
Artikel Terkait
-
Sirajuddin Mahmud Beberkan Kondisi Zaskia Gotik Usai Lahiran Anak Ketiga
-
Nama Anak Ketiga Zaskia Gotik Dibocorkan Dokter, Inisialnya A
-
Desainer Kondang, Intip Penampilan Anak Tunggal Prabowo Sowan ke Rumah Megawati
-
Pesan Haru Anak Ray Sahetapy Antar Kepergian sang Ayah
-
Anak Bungsu Kenang Sosok Ray Sahetapy, Pahlawan Keluarga yang Gemar Bersilaturahmi
Lifestyle
-
Dari Chic Hingga Edgy, Ini 4 Ide Outfit Hangout ala Beomgyu TXT
-
4 Ide Outfit Nyaman ala Kim Seon Ho, Simple dan Effortless Chic!
-
4 Facial Wash dengan Kandungan Probiotik, Jaga Keseimbangan Skin Barrier!
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Apakah Pria Harus Kaya untuk Dicintai?
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
Terkini
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper