Residu make-up yang menempel di wajah anak-anak sangat mungkin menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Seiring dengan trend dan gaya make-up di kalangan anak hingga remaja, orangtua hendaknya juga memahami bahaya terkait dengan penggunaan make-up pada anak-anak. Berikut ini adalah enam bahaya utama yang perlu diwaspadai.
- Iritasi Kulit
Kulit anak-anak lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang yang sudah dewasa. Residu make-up yang mengandung bahan kimia tertentu ternyata bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, dan bahkan menimbulkan gatal-gatal pada kulit wajah anak.
BACA JUGA: 3 Cara Mengatasi Noda Kuning pada Ketiak Baju, Pernah Mengalaminya?
- Pori-pori Tersumbat
Penggunaan make-up pada anak juga rentan menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit. Hal ini bisa memicu munculnya jerawat dan komedo, akhirnya mengganggu kesehatan kulit anak.
- Gangguan Hormon
Terdapat beberapa jenis make-up yang rebtan mengandung zat-zat berbahaya seperti paraben dan phthalate yang berisiko mengganggu keseimbangan hormon pada anak-anak. Gangguan hormon ini menurut kajian beberapa sumber akan memengaruhi perkembangan fisik dan mental anak.
- Rentan Alergi
Bahan kimia dalam kandungan make-up juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit anak-anak yang lebih rentan. Alergi dapat menyebabkan ruam, gatal-gatal, dan bahkan pembengkakan pada area wajah.
BACA JUGA: 4 Kesalahan Ini saat Membangun Personal Branding di Media Sosial
- Penyerapan Racun
Kulit anak-anak dapat menyerap bahan kimia dengan lebih mudah daripada kulit orang dewasa. Residu make-up yang mengandung bahan berbahaya jika masuk ke dalam aliran darah, berpotensi menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk kanker kulit.
- Gangguan Pertumbuhan Kulit
Anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Penggunaan make-up yang tidak tepat juga diyakini mengganggu proses alami regenerasi kulit mereka, menghambat pertumbuhan dan mengakibatkan masalah kulit jangka panjang. Hal ini kerap tidak disadari oleh orang tua.
Untuk menjaga kesehatan kulit anak-anak, orangtua sebaiknya mempertimbangkan alternatif yang lebih aman daripada make-up. Jika anak ingin bereksperimen dengan tampilan, cobalah produk make-up yang dirancang khusus untuk anak-anak, dengan bahan-bahan yang lebih ramah kulit dan aman.
Tidak ada ruginya jika orangtua perlu memahami risiko terkait dengan penggunaan make-up pada anak dengan lebih memprioritaskan kesehatan kulit sebagaimana yang dirangkum dari sumber tulisan Does Your Child Want to Wear Makeup? 5 Things You Should Know.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
Belajar Membaca Peristiwa Perusakan Makam dengan Jernih
-
Kartini dan Gagasan tentang Perjuangan Emansipasi Perempuan
-
Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
Artikel Terkait
-
4 Alasan Kenapa Kucing Suka Minum Air Toilet, Bahaya Gak Sih?
-
Rapat Terbatas, Jokowi Instruksikan Atasi Polusi Udara dengan WFH dan Rekayasa Cuaca
-
Polusi Jakarta Makin Parah, Deretan Artis Ini Sindir Langsung Pemerintah
-
Tak Sampai Sebulan, Kominfo Blokir 42.622 Konten Judi Online
-
Banjir Pujian, Selvi Ananda Dibilang Menantu Tercantik Presiden karena Video Make Up Ini
Lifestyle
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!
-
OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?
-
Bukan Ventela Saja! Ini Sepatu Sekolah Lokal Terbaik untuk Sekolah
-
Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?