Pakaian atau baju rajut dalam beberapa waktu ke belakang menjadi trend fashion yang cukup populer digunakan di masyarakat. Banyak orang mulai melirik baju dengan bahan rajut karena selain nyaman juga dirasa cukup stylish dan mendukung trend masa kini. Baju rajut umumnya terbuat dari benang wol meskipun tidak semua baju rajut pasti terbuat dari benang wol.
Penggunaan benang wol tersebut tentunya memerlukan perhatian ekstra guna menjaga pakaian rajut tersebut agar tetap awet. Hal ini dikarenakan jenis kain atau benang wol memang cukup berbeda dari pakaian-pakaian berbahan lainnya. Berikut ini merupakan cara sederhana yang dapat kamu lakukan untuk merawat pakaian rajutmu.
1. Jangan Mencuci Pakaian Rajutmu Dengan Pemutih
Salah satu cara utama agar pakaian rajutmu tetap awet adalah dengan menghindari penggunaan larutan atau cairan pemutih pakaian. Melansir dari situs fimela.com, benang atau kain wol cukup rentan rusak apabila terkena cairan kimia seperti pemutih. Hal ini dikarenakan cairan pemutih umumnya mengandung larutan asam di dalamnya yang dapat membuat benang menjadi rusak.
Hindari pula untuk merendam terlalu lama pakaian rajutmu dengan deterjen pakaian. Apabila ingin merendam, usahakan hanya 15-20 menit saja. Selain itu, jangan rendam dengan air panas karena dikhawatirkan dapat membuat kain wol menjadi kusut dan rusak. Usahakan pula kamu mencuci menggunakan tangan dan tidak menggunakan sikat pakaian.
2. Hindari Menjemur Pakaian Rajut di Bawah Sinar Matahari Langsung
Apabila kamu ingin menjemur pakaian rajut yang kamu miliki, usahakan untuk menjemurnya di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini agar pakaian rajutmu tidak mudah pudar atau benangnya menjadi kusut. Cukup anginkan saja pakaian rajutmu di area yang teduh dan terhindar dari sinar matahari. Selain itu, apabila kamu ingin menyeterika pakaian berbahan rajut, usahakan suhu setrikamu dalam kondisi paling rendah agar tidak merusak bahan.
3. Jangan Menggantung Pakaian Rajut
Ketika ingin menyimpan pakaian rajutmu, usahakan jangan menggantungnya menggunakan hanger pakaian. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat bahan rajut tersebut menjadi terlalu melar. Lebih baik lipat saja pakaian rajutmu dan simpan di tempat yang sekiranya tidak mudah ditumbuhi jamur. Kamu juga bisa pula memberikan beberapa buah kapur barus atau kamper di lemari tempat menyimpan pakaian rajutmu agar terhindar dari resiko tumbuhnya jamur.
Nah, itulah beberapa cara sederahana untuk merawat pakaian rajutmu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Masuk Radar John Herdman, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Jadi WNI?
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
-
Jumpa Bulgaria di FIFA Series 2026, Bagaimana Peluang Indonesia Raih Kemenangan?
-
Pulih dari Cedera, Shayne Pattynama Dirumorkan Merapat ke Liga Indonesia?
Artikel Terkait
-
5 Tips Merawat Microwave dengan Benar, Supaya Tetap Bersih dan Tahan Lama!
-
Investasi Forex, Begini Tips Biar Untung dan Enggak Buntung
-
Chef Vindy Lee Jago Belah Apel Pakai Tangan Kosong, Ternyata Ini Rahasianya
-
Tampilan Simple Monokrom Kate Middleton Pakai Blazer Rp 10 Juta: Auranya Berkelas
-
Begini 7 Tips Mengatasi Rasa Malas Bagi Mahasiswa Semester 4
Lifestyle
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Go Youn Jung, Gaya Simpel tapi Classy!
-
4 Physical Sunscreen Vegan Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Mudah Breakout
-
4 Sunscreen Glutathione Lawan Kulit Kusam dan Penuaan Dini Akibat Sinar UV
-
4 Serum Lokal dengan Ginseng Efek Anti-Aging Atasi Kulit Kendur dan Kerutan
-
Bukan Kaleng-Kaleng! 5 HP 1 Jutaan Ini Masih Layak Buat Gaming
Terkini
-
Masuk Radar John Herdman, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Jadi WNI?
-
Cha Eun-woo Terjerat Skandal Pajak 20 Miliar Won, Shinhan Bank hingga Abib Hapus Iklan
-
Rantang Kuning di Lempuyangan
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia