Semakin ke sini, persaingan buat dapatin pekerjaan emang semakin susah. Selain saingan yang banyak, persyaratan yang dibutuhin sama perusahaan juga makin beragam.
Pas magang beberapa waktu lalu, aku baru tahu kalau kerja butuh banyak persiapan, mulai dari fisik, mental, pengalaman, dan keterampilan. Salah satu keterampilan yang aku rasa penting banget adalah keterampilan berbahasa.
Kebetulan tempat magangku bergerak di bidang komunikasi. Waktu itu sempat ada tawaran untuk jadi translator suatu bahasa, sayangnya, karena aku belum terlalu menguasai, akhirnya kesempatan itu dikasih ke rekan magangku yang lain.
Nah, dari situ aku jadi tahu kalau punya keterampilan berbahasa itu punya banyak manfaat dan bisa buka peluang kerja yang lebih luas.
Melansir dari laman Go Abroad, berikut ini adalah 5 bahasa asing yang bisa bikin kita cepat direkrut perusahaan.
1. Inggris
Bahasa asing pertama sudah pasti bahasa Inggris. Kalau punya kemampuan lebih di bahasa ini, kamu bisa punya peluang kerja yang luas banget.
Pasalnya, belum banyak orang yang benar-benar jago bahasa ini, apalagi di daerah kota sedang dan kecil. Sementara makin ke sini kebutuhan bahasa Inggris makin banyak.
Pekerjaan yang butuh skill bahasa Inggris yang paling dekat sama kita, misalnya penerjemah, guru les bahasa Inggris, dan pemandu wisata.
2. Mandarin
Bahasa resmi yang digunakan negara China dan Taiwan ini jadi bahasa dengan penutur terbanyak kedua setelah Inggris, salah satunya karena China menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
Jago bahasa Mandarin bisa jadi nilai plus buat kamu kalau mau lamar ke perusahaan luar negeri.
3. Jerman
Jadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, bikin banyak orang ingin kerja sekaligus kerjasama sama perusahaan di Jerman.
Enggak heran kalau sekarang orang yang bisa bahasa Jerman itu sangat dibutuhkan.
Di laman Go Abroad disebutin kalau di Amerika Serikat, orang yang punya kemampuan berbahasa Jerman punya gaji yang lebih tinggi dibanding yang lain.
4. Prancis
Tahu sendiri kan sektor pariwisata, fesyen, dan juga kuliner di Prancis iyu kayak gimana?
Kan ada banyak tuh merek-merek fesyen yang mau kolaborasi sama perusahaan yang ada di sana, otomatis mereka butuh orang yang bisa bahasa Prancis buat komunikasi.
Kabar gembiranya, bahasa Prancis ini termasuk yang paling gampang dipelajari, terutama grammar-nya. Masih lebih susah bahasa Inggris, sih, kalau menurutku.
5. Spanyol
Bahasa Spanyol jadi bahasa keempat yang paling banyak dipakai sama penutur asli dan non-pribumi (negara selain Spanyol).
Selain itu, bahasa ini juga jadi bahasa ekonomi paling populer dan diminati di Amerika.
Jadi, kalau kamu punya kemampuan bahasa Spanyol yang oke, bisa tuh coba-coba lamar ke perusahaan luar negeri.
Nah itu tadi beberapa bahasa yang bermanfaat kalau dipelajari, khususnya buat job seeker biar bisa cepat direkrut perusahaan. Tertarik belajar yang mana, nih?
Baca Juga
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
-
Twibbon Maba Pakai Video Lucu: Anak Muda Sekarang Tak Mau Terlalu Serius
-
Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
Terkini
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?
-
Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?