Magang semasa kuliah adalah salah satu cara terbaik untuk mengasah keterampilan dan mendapatkan pengalaman berharga sebelum terjun ke dunia kerja. Selain itu, magang juga membuka peluang untuk membangun jaringan profesional dan mendapatkan wawasan industri yang nyata. Jessica Margareth, salah satu peserta "Clash of Champions" dan mahasiswi berprestasi dari jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan IPK 3.97 dari 4.00, berbagi tips sukses yang dapat membantu kamu dalam meraih kesempatan magang impian. Apa saja tipsnya?
1. Cari Dulu Kesempatannya
Mencari peluang magang adalah langkah pertama yang krusial. Kamu bisa memulai pencarian di LinkedIn, bagian jobs, atau melalui postingan dengan kata kunci "internship". Selain itu, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga sering membuka kesempatan magang di perusahaan besar pada tengah atau akhir tahun. Jangan lupa untuk mengikuti media sosial perusahaan impian, seperti Ruangguru LEAP dan Unilever ULIP, yang sering memposting informasi mengenai pembukaan magang.
2. Perbaiki CV
CV yang ATS (Applicant Tracking System) friendly sangat penting untuk memastikan lamaranmu lolos seleksi awal. Pastikan CV kamu mencantumkan pengalaman yang relevan, seperti pengalaman magang sebelumnya, pengalaman organisasi, serta penghargaan yang pernah kamu raih. Gunakan format dan kata kunci yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar agar CV kamu lebih mudah ditemukan oleh sistem.
3. Persiapkan Diri untuk Interview
Interview adalah tahap penting dalam proses seleksi magang. Untuk mempersiapkan diri, cari tahu pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan saat interview dan persiapkan jawabannya. Beberapa pertanyaan umum meliputi kelebihan dan kekurangan, pengalaman yang relevan yang kamu tulis di CV, serta alasan kamu tertarik dengan posisi dan perusahaan tersebut. Latihan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu kamu lebih percaya diri saat interview.
4. Apply Sebanyak-banyaknya
Jangan takut untuk melamar ke banyak perusahaan sekaligus. Penolakan dalam tahap rekrutmen magang adalah hal yang biasa. Oleh karena itu, lebih baik mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan yang sesuai dengan minat dan keahlianmu. Semakin banyak kamu melamar, semakin besar peluangmu untuk diterima.
Mengikuti magang semasa kuliah adalah investasi besar untuk masa depan karier kamu. Dengan mengikuti tips dari Jessica, kamu bisa lebih siap dalam mencari dan mendapatkan kesempatan magang yang sesuai dengan minat dan tujuan kariermu. Jangan lupa untuk selalu belajar dan berkembang selama masa magang, karena pengalaman ini akan menjadi bekal berharga di dunia kerja nanti.
Baca Juga
-
Soyeon Eks T-ara Hamil Anak Pertama, Umumkan Kabar di Anniversary ke-4
-
Film Pendek Heartbeat Tayang di Netflix, Angkat Isu Depresi dari POV Anak
-
Bocchi the Rock Umumkan Film Anime 2027, Nijika dan Seika Jadi Pusat Cerita
-
Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer
-
Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim
Artikel Terkait
-
Profil dan Prestasi Xaviera Putri CoC, Adik Ipar CEO Ruangguru Belva Devara Hafal 100 Lukisan Rumit
-
9 Artis Jalani Operasi Plastik di Korea Selatan, Terbaru Mahalini dan Rizky Febian
-
Jessica Margareth, Peserta CoC yang Sudah Jadi CEO saat Masih Kuliah!
-
IQ 151! Sandy Peserta Clash of Champions Buktikan Kecerdasan dengan IPK 5.00
-
Bukan Kaleng-kaleng! Biodata Axel Clash of Champions: Ternyata Peraih Medali Emas OSN!
Lifestyle
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier
-
5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP
-
Anti-Kusam! Ini 5 Rekomendasi Skin Tint Lokal yang Bebas Oksidasi
-
Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial