Tahun 2025 memang sudah lewat. Namun, perjalanan keluarga kami ke Bali menjelang akhir tahun itu masih tersimpan rapi dalam ingatan saya. Siang hari sekitar pukul 11.30 WITA, di bawah terik matahari yang cukup menyengat, kami berjalan kaki menuju Pantai Sanur.
Di tengah perjalanan, perhatian kami tertarik pada sebuah tempat kecil yang tampak sangat ramai. Dari kejauhan, saya sempat mengira itu toko suvenir. Ukurannya tidak besar, tetapi dipenuhi orang.
Ketika mendekat, barulah terlihat jelas bahwa tempat itu adalah sebuah warung makan. Wisatawan lokal dan asing berbaur, sebagian berdiri, sebagian duduk, sebagian lagi menunggu dengan wajah sabar namun penuh harap.
Belum sempat saya mengamati lebih jauh, seorang pelayan menghampiri Bapak saya. Ia menanyakan jumlah orang, lalu menyerahkan nomor antrean. Kami pun harus menunggu sekitar dua jam untuk bisa masuk.
Nama tempat itu Warung Mak Beng. Di papan namanya tertulis spesialis ikan goreng dan sup kepala ikan sejak 1941. Angka itu membuat saya terdiam sejenak. Warung kecil ini ternyata sudah berdiri lebih dari delapan dekade.
Hujan sempat turun. Saya dan adik memilih berteduh di toko pakaian di samping warung sambil sesekali melirik antrean yang tidak kunjung berkurang. Waktu berjalan lambat, tetapi rasa penasaran justru semakin besar.
Ketika akhirnya kami dipersilakan duduk, kami berbagi bangku dengan satu keluarga lain. Di momen itu, saya sempat melihat buku catatan pelayan yang berisi antrean puluhan nama. Saat itu saya bertanya dalam hati, apa yang membuat orang-orang rela menunggu selama ini?
Jawabannya mulai terasa ketika menu datang. Pilihannya sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang minim. Paket utama hanya berisi nasi putih, sepotong ikan goreng, dan sup kepala ikan dengan harga Rp55.000. Minuman dijual terpisah, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Tambahan es batu dihargai Rp2.000.
Pesanan kami datang sekitar sepuluh menit kemudian. Ikan gorengnya berwarna cokelat keemasan, supnya mengepul panas. Begitu saya memotong ikan dan memasukkannya ke mulut, teksturnya langsung terasa. Kulitnya renyah, dagingnya empuk, tanpa aroma amis. Nasi hangatnya menyatu dengan sempurna.
Sambalnya menjadi kejutan berikutnya. Pedasnya tajam dan langsung menyengat. Bagi pecinta pedas, ini surga. Bagi saya, rasanya setara mi instan Korea. Saya tidak mencoba supnya, bukan karena tidak suka, tetapi karena seporsi ikan goreng dan nasi saja sudah membuat saya kenyang. Orang tua saya mengatakan supnya gurih dan hangat.
Cuaca Bali siang itu tetap panas. Namun, es jeruk dingin dan air mineral dengan tambahan es batu perlahan menghilangkan dahaga, meredam pedas sambal, dan memulihkan energi setelah lama menunggu.
Selesai makan, saya dan adik menuju kasir. Sambil menunggu pembayaran, saya mengambil kartu kontak Warung Mak Beng. Dari sana saya mengetahui bahwa warung ini didirikan oleh Ni Ketut Tjuki, yang dikenal sebagai Mak Beng. Sambal super pedas merupakan ide mertuanya, sementara menu sup kepala ikan lahir dari gagasan Mak Beng bersama suaminya, I Putu Gede Wirya.
Kami kembali ke hotel di Kuta dengan perut kenyang dan perasaan puas. Rasa penasaran belum berhenti. Malam harinya, saya mencari tahu lebih jauh. Ternyata Warung Mak Beng bukan hanya legenda lokal. Dikutip dari Detik, warung ini menempati peringkat ketiga restoran legendaris dunia versi TasteAtlas tahun 2023. Sementara Liputan6 SCTV melaporkan bahwa Warung Mak Beng meraih nilai 4,6 dari 5 berdasarkan survei TasteAtlas tahun 2026.
Sebuah warung kecil di Sanur, dengan menu sederhana dan antrean panjang, ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih besar dari yang terlihat.
Baca Juga
-
Kang Edai Sang Pahlawan Desa Kemiren: Budaya Agraris dan Kolaborasi Astra
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Bukan Cuma Kartu Pokemon, Fenomena Scalper Kini Mengancam Pernak-pernik Piala Dunia
-
Di Balik Pesona Jaguar Meksiko: Mengapa Maskot Piala Dunia 2026 Membawa Pesan Konservasi?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Infinix XBOOK B15 Punya Banyak Kejutan dan Layak Dilirik
-
Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah
-
Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari
-
Wajah Auto Mulus! 5 Dark Spot Correcting Serum Ampuh Samarkan Noda Hitam
Terkini
-
Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah
-
Anime ONE PIECE Resmi Umumkan Dua Film Baru yang Tayang pada 2027 dan 2029
-
Ulasan Tunggu Aku Sukses Nanti: Ketika Arti Kesuksesan Bukan Sekadar Materi
-
Kisah Ajaib Desa Macondo di Serial One Hundred Years of Solitude: Part 1
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram