Selama ini, laptop gaming kencang identik dengan dua kompromi: panas dan performa yang tetap tertinggal dari PC desktop. Namun, ASUS mencoba mengubah persepsi tersebut lewat ROG Strix G16 (G614FR), laptop gaming pertama di Indonesia yang mengusung prosesor AMD Ryzen 9 995HX3D dengan teknologi 3D V-Cache. Di atas kertas terdengar ambisius, tapi yang menarik justru bagaimana teknologi ini benar-benar terasa di penggunaan nyata, bukan sekadar angka spesifikasi.
ROG Strix G16 versi AMD ini bukan laptop gaming biasa. ASUS memposisikannya sebagai perangkat performa tinggi untuk gamer serius sekaligus content creator berat yang butuh tenaga besar tanpa harus membangun PC desktop.
Sebelum membahas lebih jauh, penting memahami apa yang membuat laptop ini terasa “beda”. AMD 3D V-Cache adalah teknologi penumpukan memori cache L3 secara vertikal pada prosesor. Pada Ryzen 9 995HX3D, AMD sudah menggunakan 3D V-Cache generasi kedua, di mana cache ditempatkan di bawah core CPU. Pendekatan ini membuat pembuangan panas lebih optimal dibanding generasi sebelumnya.
Hasilnya, prosesor ini memiliki L3 Cache hingga 128 MB, angka yang sangat besar untuk prosesor laptop. Cache sebesar ini memungkinkan CPU menyimpan lebih banyak data penting di dalam prosesor, sehingga tidak perlu bolak-balik ke RAM yang memiliki latensi lebih tinggi. Dampaknya paling terasa di gaming, terutama game modern yang sensitif terhadap latency dan frame consistency. Tapi bukan cuma game, aplikasi berat seperti rendering, editing video, dan simulasi juga ikut kecipratan dampaknya.
ASUS jelas tidak ingin prosesor kencang ini bekerja sendirian. ROG Strix G16 dibekali Ryzen 9 995HX3D dengan 16 core dan 32 thread berbasis arsitektur Zen 5, boost clock hingga 5,4 GHz. Untuk grafis, ASUS menyandingkannya dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU berbasis arsitektur Blackwell terbaru, lengkap dengan 12 GB VRAM GDDR7 dan TGP hingga 140 watt.
RAM langsung diberikan 32 GB DDR5 dual-channel, tanpa perlu upgrade tambahan, sementara penyimpanan menggunakan SSD PCIe Gen 4 1 TB yang masih bisa diperluas lewat slot tambahan. Dari sini saja sudah terlihat bahwa laptop ini memang ditujukan untuk pengguna yang tidak mau ribet upgrade sejak awal.
Salah satu daya tarik utama ROG Strix G16 ada di layarnya. ASUS membekali laptop ini dengan ROG Nebula Display 16 inci beresolusi 2560 × 1600 piksel dengan refresh rate 240 Hz. Panel IPS-level ini sudah mendukung 100 persen DCI-P3, Pantone Validated, dan tingkat kecerahan nyata di atas 500 nit.
Pengalaman gaming terasa sangat mulus, sementara untuk content creation, akurasi warnanya sudah cukup untuk kebutuhan profesional. Menariknya, ASUS memberikan fleksibilitas lewat Armory Crate, di mana pengguna bisa memilih profil warna seperti DCI-P3 atau sRGB sesuai kebutuhan. Jadi, laptop ini tidak hanya fokus untuk gamer saja.
Dalam pengujian performa, ROG Strix G16 menunjukkan konsistensi yang jarang ditemukan di laptop gaming. Skor Cinebench R23 bisa menembus angka 40 ribuan, sementara rendering Blender dan export video 4K di Adobe Premiere Pro maupun DaVinci Resolve bisa diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat.
Gaming jelas bukan masalah. Game AAA modern dapat dijalankan di setting tinggi hingga ultra dengan frame rate stabil. Berkat 3D V-Cache, frame time terasa lebih konsisten dan minim stutter, sesuatu yang biasanya hanya terasa di PC desktop kelas atas.
Dengan performa seganas ini, kekhawatiran soal panas tentu wajar. Untungnya, ASUS membekali ROG Strix G16 dengan sistem pendingin Tri-Fan, tujuh heatpipe, serta liquid metal dari Thermal Grizzly. Walaupun suhu CPU bisa menyentuh angka tinggi saat beban ekstrem, suhu permukaan keyboard tetap terjaga di level nyaman, sehingga laptop masih enak dipakai untuk sesi panjang.
Laptop ini membawa baterai 90 Wh, yang sanggup bertahan sekitar enam jam untuk pemutaran video lokal, angka yang tergolong wajar untuk laptop gaming kelas berat. Pengisian dayanya juga tergolong cepat, dengan kapasitas terisi hampir penuh dalam waktu sekitar satu setengah jam.
Dari sisi konektivitas, port USB4, HDMI 2.1, LAN, WiFi 6E, dan Bluetooth 5.3 sudah tersedia. Keyboard RGB khas ROG terasa solid, meski sayangnya belum ada numpad dan sistem keamanan biometrik.
Dengan harga sekitar Rp 42,9 jutaan, ASUS ROG Strix G16 (G614FR) memang bukan laptop murah. Namun, yang ditawarkan sepadan. Performa CPU dengan AMD 3D V-Cache terasa nyata, GPU RTX 5070 Ti sangat kuat untuk gaming dan content creator, layarnya berkualitas tinggi, dan sistem pendinginnya mampu menjaga kenyamanan.
Jika sedang mencari laptop gaming yang benar-benar mendekati pengalaman PC desktop tanpa kompromi besar, ROG Strix G16 versi AMD ini adalah salah satu opsi paling serius dan rasional di kelas atas saat ini.
Baca Juga
-
Lenovo Legion 7i Gen 10: Laptop Gaming Tipis yang Performanya Ngeri
-
Cari Tablet Windows Murah? Ini 4 Model yang Paling Cocok Dibeli 2026
-
Bukan Ponsel Murahan, Ini 7 HP Rp 2 Jutaan Paling Worth It di 2026
-
Tak Perlu Mahal, Ini 5 Laptop Intel Core i7 Terbaik Desember 2025
-
5 Rekomendasi Laptop OLED Murah Terbaik di Akhir Tahun 2025: Harga Mulai Rp 7 Jutaan!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Daily Style Goals! 4 Padu Padan OOTD Semi Kasual ala Jay ENHYPEN
-
Infinix Note Edge Siap Rilis di Indonesia, Desain Tipis Pakai Chipset Baru
-
Anabul Sering Garuk? Ini 5 Sampo Kucing Ampuh Basmi Kutu dan Jamur
-
5 Heels Pendek yang Tetap Elegan dan Nyaman Dipakai Kondangan, Bebas Pegal!
-
Spek Lengkap Moto X70 Air Pro Terungkap, Andalkan Kamera Telefoto Periskop
Terkini
-
Teaser Trailer Balas Budi Resmi Dirilis, Misi Balas Dendam Penuh Tawa
-
Pindah Agensi, Mees Hilgers Bisa Akhiri Perang Dingin dengan FC Twente?
-
Daemons of the Shadow Realm, Anime Baru dari Kreator FMA Rilis Trailer Baru
-
Bertemu Sosok Berbusana Merah di Malam Tahun Baru
-
CERPEN: Arloji Tua di Persimpangan Takdir