M. Reza Sulaiman | Rizky Pratama Riyanto
Ilustrasi Perawatan Sepatu (Unsplash/GoGoNano)
Rizky Pratama Riyanto

Saat ini, sepatu telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di era modern. Selain fungsi dasarnya untuk melindungi kaki, sepatu juga berperan meningkatkan performa dan menunjang penampilan.

Sebagian orang mungkin merasa telah merawat sepatu dengan cara yang benar, tetapi kenyataannya tidak demikian. Beberapa orang masih menjemur sepatu di bawah sinar matahari langsung, hanya membersihkannya dengan kain lap, dan berbagai metode keliru lainnya.

Padahal, sebelum melakukan perawatan, kita perlu mengenali bahan dan jenis sepatu yang digunakan terlebih dahulu. Cara merawat sepatu yang salah dapat menyebabkan kerusakan, sehingga sepatu terlihat kusam, mengelupas, hingga berjamur. Berikut ini adalah beberapa mitos tentang perawatan sepatu yang salah dan mungkin masih dipercaya oleh sebagian orang:

1. Sepatu cukup dilap agar bersih dan wangi

Mencuci sepatu hanya dengan kain lap diibaratkan seperti mencuci celana yang hanya bersih di bagian luar, sehingga kotoran dan bau tidak hilang sepenuhnya. Debu dan bakteri yang berada di pori-pori sepatu tetap akan menempel bila tidak dibersihkan secara menyeluruh. Selain membuat sepatu tidak higienis, sepatu tentu akan mengalami kerusakan dalam jangka waktu dekat. Oleh karena itu, diperlukan teknik pencucian yang tepat agar sepatu selalu awet dan bersih.

2. Menjemur sepatu di bawah sinar matahari membuatnya cepat kering

Menjemur sepatu di bawah terik matahari langsung memang mempercepat pengeringan, tetapi masalah utamanya terletak pada dampaknya terhadap kualitas bahan. Panas berlebih dapat merusak lem, memudarkan warna, dan membuat bahan sepatu menjadi kaku. Langkah yang lebih disarankan adalah mengangin-anginkan sepatu di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.

3. Semua sepatu aman dicuci menggunakan mesin cuci

Tidak semua sepatu aman dibersihkan menggunakan mesin cuci. Bahan seperti kulit, wol, dan suede disarankan untuk dirawat secara manual dengan kain halus dan sikat khusus. Apabila tidak dirawat dengan langkah yang sesuai, tekstur sepatu bisa berubah, lem terkelupas, hingga jahitan rusak. Sebaliknya, bahan kanvas, poliester, dan mesh umumnya diperbolehkan menggunakan mesin pencuci dengan pengaturan yang sangat hati-hati.

4. Sepatu makin bersih jika menggunakan banyak detergen

Detergen mengandung bahan kimia keras yang dapat memudarkan warna, merusak tekstur, hingga meninggalkan noda putih pada sepatu. Oleh karena itu, pernyataan tersebut adalah hoaks. Sebagai contoh, sepatu berbahan kulit sebaiknya menggunakan saddle soap, bahan sintetis menggunakan pembersih busa (cleaner foam), sedangkan bahan kanvas atau kain dapat menggunakan sampo khusus untuk membersihkan noda ringan.

5. Sepatu yang sering dicuci akan lebih awet

Ketahanan sepatu bukan ditentukan oleh frekuensi pencucian, melainkan oleh langkah perawatan yang tepat. Mencuci menggunakan mesin cuci dengan air dan detergen terus-menerus justru dapat merusak serat kain hingga struktur sepatu. Idealnya, sepatu dibersihkan seperlunya berdasarkan tingkat kekotoran dan waktu pemakaian.

6. Sepatu disimpan dalam kotak tertutup rapat

Sepatu yang disimpan rapat di dalam kardus atau kotak justru berpotensi menimbulkan jamur dan bau tidak sedap. Bahan sepatu kulit dan suede memerlukan sirkulasi udara yang baik untuk mencegah kelembapan. Jika ingin menggunakan kotak, pastikan terdapat lubang udara atau tambahkan silica gel agar tempat penyimpanan tetap kering dan sejuk.

7. Sepatu yang jarang dipakai pasti lebih awet

Sepatu yang tidak dipakai dalam waktu lama justru rentan berdebu, getas (sol pecah-pecah), dan berjamur akibat sirkulasi udara yang buruk. Oleh sebab itu, pemakai tetap perlu melakukan perawatan rutin dan sesekali memakainya agar elastisitas bahan tetap terjaga.

Berbagai mitos seputar perawatan sepatu kini masih dipercaya karena dianggap praktis. Padahal, cara perawatan yang keliru justru mempercepat kerusakan tanpa disadari. Dengan mengenali bahan sepatu dan menerapkan teknik yang tepat, sepatu tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.