Bosan ngabuburit cuma diisi cari takjil atau sekadar jalan sore? Yoursay menghadirkan cara berbeda untuk mengisi waktu menjelang berbuka lewat Yoursay Class bertajuk Ngabubuwrite.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi bagi peserta yang ingin memanfaatkan momen Ramadan untuk belajar menulis sekaligus menggali ide cerita dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. Suasana kelas dibuat santai, namun tetap memberikan materi yang bisa langsung dipraktikkan oleh peserta.
Dalam sesi tersebut, Yoursay menghadirkan penulis Aya Widjaja sebagai narasumber. Ia dikenal sebagai penulis buku Starstruck Syndrome dan Love-Hate Relation (Sick) yang cukup dikenal di kalangan pembaca muda.
Selama kelas berlangsung, peserta diajak memahami bahwa ide tulisan sebenarnya tidak selalu datang dari hal besar. Banyak cerita menarik justru lahir dari pengalaman sehari-hari yang sering kali dianggap biasa oleh penulisnya.
Aya menjelaskan bahwa pengalaman pribadi, percakapan dengan teman, hingga kejadian kecil yang ditemui dalam aktivitas sehari-hari bisa menjadi bahan tulisan yang menarik jika diolah dengan sudut pandang yang tepat.
Peserta juga diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Aktivitas seperti membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, hingga berbincang dengan orang lain bisa memancing munculnya perspektif baru yang kemudian berkembang menjadi ide tulisan.
Selain itu, dalam kelas ini juga diperkenalkan konsep “bank ide”. Peserta didorong untuk membiasakan diri mencatat setiap gagasan yang muncul, baik melalui ponsel maupun buku catatan, agar ide tidak hilang begitu saja.
Kebiasaan sederhana ini dinilai dapat membantu penulis memiliki kumpulan ide yang bisa digunakan kapan saja ketika ingin mulai menulis.
Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan dengan metode analisis SWOT untuk melihat potensi sebuah ide sebelum dikembangkan menjadi tulisan. Melalui metode ini, sebuah gagasan dapat dilihat dari sisi kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang mungkin muncul ketika tulisan tersebut dipublikasikan.
Melalui Yoursay Class Ngabubuwrite, kegiatan ngabuburit tidak lagi hanya diisi dengan menunggu waktu berbuka puasa. Peserta diajak memanfaatkan waktu tersebut untuk kegiatan yang lebih produktif, yaitu menggali ide, memahami proses kreatif, dan mulai menulis cerita yang bisa dibagikan kepada lebih banyak orang.
Baca Juga
-
VW ID. Buzz dan Cara Volkswagen Merawat Warisan VW Kombi di Era Listrik
-
Creator Merchant Makin Ramai, Event Jejepangan Ikut Dorong Industri Kreatif
-
Tak Perlu Bingung, Ini Cara Nonton Piala Dunia 2026 secara Resmi dan Legal!
-
Ducati Peringati 100 Tahun dengan Mesin Kopi Terbatas, Hanya 1.926 Unit
-
Tak Hanya iPhone, OPPO Find X9 Ultra Bisa Upload Story Instagram Lebih HD!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Cari Tablet Buat Kuliah? Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It Mulai Rp2 Jutaan
-
5 HP Samsung Harga Rp3 Jutaan Terbaik 2026, Kamera Bagus dan Performa Andal
-
Praktis! 4 Base Makeup Lokal yang Gabungkan Foundation dan Concealer
-
5 Eyeshadow K-Beauty yang Wajib Kamu Punya, Tampilan Natural dan Flawless
-
ASUS Dawn 7 Pro Resmi Meluncur, Laptop Ryzen AI dengan Layar 144Hz dan Performa Kencang
Terkini
-
Mengapa Mengurangi Sampah Lebih Penting daripada Mendaur Ulangnya?
-
Erick Thohir Ultimatum Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik, Ada Apa?
-
Butuh atau Cuma Incar Promo? Realita Belanja Tanggal Kembar di Era Digital
-
The Art of Negotiation: Saat Merger dan Akuisisi Jadi Pertarungan Strategi
-
Drama Korea Four Hands Tayang Agustus, Ini Jajaran Pemain Utamanya