M. Reza Sulaiman | Aryo Akhmad Maulana
Ilustrasi menyemprot parfum (pexels.com/Lais Queiroz)
Aryo Akhmad Maulana

Siapa di sini yang selalu sedia parfum ketika bepergian? Bukan untuk adu merek ternama, melainkan untuk memastikan aroma tubuh agar tetap terjaga. Hal ini karena tubuh yang wangi bisa meningkatkan rasa percaya diri kita. Maka dari itu, tidak heran jika ada yang memasukkan parfum ke dalam list barang bawaan wajib mereka.

Namun, tidak sedikit dari kita yang masih bingung cara menggunakan wewangian yang tepat. Salah satu masalah yang paling umum ialah asal menyemprotkan parfum ke sembarang titik. Padahal, ada bagian-bagian tubuh tertentu—yang jika parfum disemprotkan di sana—wanginya bisa bertahan seharian.

Dilansir Fiole, aroma parfum bisa bertahan lebih lama jika disemprot di titik nadi. Jarak yang dekat antara pembuluh darah dan kulit menyebabkan area ini lebih hangat daripada bagian tubuh yang lain. Oleh sebab itu, jalur titik nadi menjadi pilihan yang pas karena suhu hangat membantu menjaga dan menyebarkan aroma wewangian. Lantas, di mana saja tempat itu?

1. Area belakang telinga dan tengkuk

Area belakang telinga dan tengkuk merupakan salah satu jalur nadi—pembuluh arteri—di tubuh kita. Dilansir Cleveland Clinic, ada dua arteri karotis di leher, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri. Keberadaannya membuat area di sekitar leher menjadi pilihan yang tepat sebagai tempat bersemayam parfum.

Sedikit tips untukmu agar mendapatkan hasil yang maksimal, semprotkan parfum dari jarak 15–20 cm. Rentang jarak ini memastikan wanginya tersebar secara merata dan tidak terkumpul di satu titik.

2. Area dada di dekat tulang selangka

Area dada dan tulang selangka merupakan kombinasi klop saat memakai wangi-wangian. Agar mudah dijangkau, semprotkan sesaat setelah kamu selesai mandi. Hal ini karena kulit lembap dapat membantu menjaga tubuhmu agar tetap harum walau seharian.

Jumlah ideal untuk menggunakan parfum adalah sebanyak dua atau tiga kali semprotan. Jika terlalu sedikit, aromanya tidak tercium. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan justru membuat aroma tubuhmu menyengat hidung orang di sekitarmu.

3. Area punggung dan perut

Selanjutnya, ada area punggung dan perut yang bisa menjadi pilihan ciamik. Karena terlindungi oleh pakaian, kedua area ini mampu mengunci keharuman parfum agar tidak cepat menguap. Namun, aromanya akan tetap tercium meski kamu telah beraktivitas seharian.

Lebih daripada itu, suhu hangat di dua bagian tubuh ini juga punya peran yang penting. Panas alami dari tubuh bisa bertindak sebagai diffuser yang membantu wangi-wangian agar lebih mudah menguar tanpa perlu khawatir menguap cepat.

4. Area pergelangan tangan

Banyak orang menjadikan pergelangan tangan sebagai tempat favorit untuk menyemprot parfum. Selain karena mudah dijangkau, pergelangan tangan juga memiliki titik nadi yang membuatnya selalu bersuhu hangat. Dengan begitu, wangi parfum bisa betah berlama-lama dan tidak mudah menghilang.

Akan tetapi, masih banyak orang yang menggosokkan minyak wangi di pergelangan tangannya. Perlu kamu ketahui bahwa aktivitas ini justru bisa mempercepat penguapan, bahkan merusak kualitas wewangian itu sendiri. Maka dari itu, hindari aktivitas ini kecuali kamu berencana membeli parfum satu pekan sekali!

5. Area belakang lutut

Bosan hanya menggunakan parfum di area atas tubuh? Kamu bisa mencoba mengaplikasikannya di belakang lutut. Meskipun letaknya tersembunyi—saat menggunakan celana atau rok panjang, menyemprot parfum di lipatan dalam lutut akan menguapkan wangi secara perlahan. Dengan begitu, kamu akan menyebarkan keharuman di setiap langkah kakimu.

Tidak hanya soal penampilan, aroma tubuh juga penting untuk kamu perhatikan. Jangan sampai outfit kamu sudah kece badai, tetapi bau badan malah bikin orang terdekatmu menjauh pergi. Jadi, lain kali jangan asal menyemprot parfum, ya!