M. Reza Sulaiman | Ken Hitana
ilustrasi tteokbokki (unsplash/Marcin Skalij)
Ken Hitana

Semua orang pasti tahu tteokbokki. Hidangan kue beras khas Korea dengan saus merahnya yang kental hampir tak pernah absen muncul di seri drama atau film Korea. Saking terkenalnya, bahkan sekarang tteokbokki sudah sangat mudah ditemukan di kedai-kedai di Indonesia.

Tapi, untuk sampai ke versi yang kita kenal sekarang, tteokbokki melalui perjalanan sejarah yang cukup panjang. Sebelum identik dengan saus merah pedas seperti saat ini, tteokbokki justru pernah menjadi hidangan yang hanya bisa dinikmati kalangan bangsawan dan tidak menggunakan cabai.

Lalu, bagaimana tteokbokki bisa berubah menjadi jajanan pedas seperti sekarang? Simak fakta sejarah tteokbokki ini!

Hidangan Bangsawan Istana yang Tidak Pedas

Ilustrasi Tteokbokki (freepik/jcomp)

Sebelum tteokbokki disajikan dengan saus merah pedas dengan odeng atau sosis, jajanan ini disebut gungjung tteokbokki. Di zaman Joseon, gungjung tteokbokki menjadi hidangan eksklusif untuk para bangsawan di istana. 

Berbeda jauh, gungjung tteokbokki dibumbui kecap asin dilengkapi dengan potongan daging dan sayuran. Pada saat itu, masyarakat istana lebih suka menonjolkan rasa asli dari bahan-bahan masakan. Penggunaan cabai untuk masakan juga belum sepopuler sekarang. 

Karena itu, tteokbokki pada era Joseon tidak memiliki rasa pedas seperti yang kita kenal saat ini. Alih-alih saus merah menyala, hidangan ini memiliki cita rasa gurih yang ringan dari kecap asin, dengan tambahan daging serta sayuran.

Tteokbokki Pedas Lahir dari Ketidaksengajaan

Ilustrasi Tteokbokki (pixabay/gilwe1314)

Tteokbokki merah yang sering kita lihat sekarang merupakan versi modern dari gungjung tteokbokki. Uniknya, tteokbokki modern berawal dari ketidaksengajaan seorang wanita bernama Ma Bok-rim. Pada 1950-an, seorang wanita bernama Ma Bok-rim disebut menemukan ide tersebut ketika tteok tak sengaja masuk ke dalam semangkuk jjajangmyeon. Ia kemudian mencoba mengolahnya dengan bumbu gochujang. Mengejutkan, tteok yang empuk menyerap bumbu pedas dengan baik.

Ia melihat peluang dengan tteokbokki versi pedas ini. Dengan bahan yang lebih murah dan disukai banyak orang, ia mulai membuka beberapa kedai tteokbokki di wilayah Sindang-dong, Seoul. Dari sini, tteokbokki berubah menjadi street food pedas populer.

Resepnya Tercatat Sejarah dan Dibuatkan Museum

ilustrasi tteokbokki (unsplash/lee seunghyub)

Resep gungjung tteokbokki tercatat dalam sejarah pada buku berjudul Siui Jeongseo yang ditulis pada abad 19 akhir. Sementara itu, bahan utamanya, yaitu tteok, sudah lebih dulu disebut dalam kitab Shingnyo Changnyo yang ditulis pada 1460 M. Sebagai hidangan istana, gungjung tteokbokki dianggap mewah karena menggunakan daging sapi, kecap asin, dan berbagai jenis sayuran.

Tetap dilesatrikan hingga kini, tteokbokki sampai dibuatkan museum di daerah Daegu. Sinjeon Tteokbokki merupakan museum tteokbokki pertama di dunia. Tak hanya memuat sejarah jajanan pedas ini, Sinjeon Tteokbokki juga jadi tempat wisata edukasi bagi pecinta sejarah Korea.

Dari hidangan mewah khusus bangsawan istana hingga jadi jajanan pinggir jalan, tteokbokki mengalami perjalanan panjang dalam sejarah Korea. Popularitasnya hingga kini juga menunjukkan bagaimana sebuah makanan tradisional dapat terus bertahan dan berkembang mengikuti zaman, sekaligus memperkenalkan budaya Korea kepada dunia. Suka tteokbokki juga?