Bagaimana perasaanmu jika sudah punya rumah mewah, mobil mahal, hingga bisa menggelar pesta tiap minggu, tapi hal yang paling kamu inginkan tak juga tercapai? Itulah yang terjadi pada Jay Gatsby dalam novel The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald yang terbit pada 1925.
Diceritakan lewat sudut pandang Nick Carraway, Gatsby terlihat seperti pria mapan yang hidup bergelimang harta. Namun, di balik itu, ia masih memiliki impian yang belum terpenuhi. Daisy Buchanan yang sejak dulu menjadi pujaan hatinya, tidak kunjung tertarik padanya meskipun ia bisa membeli semuanya dengan kekayaannya.
Lewat kisah Gatsby, Fitzgerald tidak hanya membicarakan cinta dan impian, tetapi juga mempertanyakan satu hal: benarkah uang bisa membeli kebahagiaan?
Gatsby Punya Segalanya, Kecuali Kebahagiaan
Jay Gatsby dikenal karena kekayaannya yang luar biasa. Rumah mewah, mobil mahal, harta tak terbatas, semuanya ada dalam genggamannya. Ia juga rutin mengadakan pesta besar di rumahnya setiap minggu. Pesta itu selalu dihadiri oleh banyak tamu untuk menikmati sajian dan hiburan tanpa ada satu pun yang Gatsby kenal.
Namun, setelah American dream-nya sudah tercapai, masih ada satu hal mengganjal yang menurutnya masih kurang. Kekayaannya tidak membuatnya mendapatkan hal yang paling ia inginkan. Lantas, untuk apa ia mengumpulkan semua kekayaan itu?
Kekayaan Gatsby Tidak Bisa Membeli Masa Lalu
Jay Gatsby merupakan cerminan dari prinsip American dream, orang dari kalangan mana pun bisa mencapai kesuksesan. Ternyata, kekayaan yang selama ini Gatsby kumpulkan untuk merebut kembali perhatian dari cinta masa lalunya, Daisy Buchanan. Sayangnya, Daisy sudah menikah dengan Tom Buchanan sewaktu Gatsby tengah pergi berperang.
Gatsby pertama kali bertemu dengan Daisy pada 1917 saat ia masih merupakan seorang tentara muda yang miskin. Di pertemuan itu, mereka langsung jatuh cinta. Namun, mereka harus berpisah karena tuntutan pekerjaan Gatsby.
Gatsby percaya bahwa kekayaan dan kesuksesannya dapat membawanya kembali kepada Daisy. Ia membeli rumah mewah di West Egg, tepat di seberang rumah Daisy, serta mengadakan pesta besar dengan harapan suatu hari Daisy akan datang. Namun, yang sebenarnya dikejar Gatsby bukan hanya Daisy, melainkan masa lalu yang ia impikan. Ia ingin mengulang hubungan mereka seolah waktu tidak pernah berlalu.
Selalu Kesepian di Tengah Meriahnya Pesta
Setiap pesta yang diadakan Gatsby selalu dipenuhi banyak orang. Para tamu datang menikmati makanan, minuman, dan kemewahan yang ia sediakan, meski sebagian besar bahkan tidak benar-benar mengenal siapa Gatsby. Di tengah keramaian tersebut, Gatsby justru sering terlihat sendirian dan sibuk menunggu Daisy datang.
Hal ini semakin terasa menyedihkan saat Gatsby meninggal. Tidak ada satu pun orang-orang yang pernah datang ke pestanya, terlihat saat ia hendak dimakamkan. Rupanya, tamu-tamu Gatsby hanya datang untuk menikmati kemewahan pestanya, bukan benar-benar interaksi dengan tulus.
Dari novel The Great Gatsby, Fitzgerald bukannya mau mengatakan kalau lebih baik hidup tanpa kekayaan. Harta memang bisa membuat hidup menjadi sedikit lebih nyaman. Namun, ada poin penting tentang suatu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Meskipun Gatsby hidup lebih dari berkecukupan, saya justru merasa kasihan dengannya. Setelah apa yang ia upayakan hanya terasa sia-sia ketika masa lalunya tidak bisa kembali padanya.
Baca Juga
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?
-
7 Slang Gen Z yang Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Terus Berkembang!
-
5 Pelajaran Hidup dari Novela Metamorfosis: Hargai Diri Sendiri, Yuk!
-
Kenapa Tulisan dengan Tanda Baca Em Dash Sering Dianggap AI? Ini Faktanya!
Artikel Terkait
-
Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam
-
Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu
-
Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan
-
The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup
-
Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia
Ulasan
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
Terkini
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan