Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Kreasi Matcha (Pixabay/Tran Thao An)
Desyta Rina Marta Guritno

Belakangan ini, matcha menjadi salah satu produk yang banyak menarik perhatian masyarakat. Bubuk teh hijau asal Jepang ini semakin mudah ditemukan dalam berbagai menu makanan dan minuman.

Di samping itu, di media sosial muncul tren membuat sesuatu, entah itu makanan atau apa saja, yang bahannya dari matcha.

Sekilas, ini terlihat aneh mengingat ada banyak orang yang tidak suka matcha, lantas bagaimana matcha bisa begitu populer sekarang?

Inovasi yang Beragam

Seiring berkembangnya industri kuliner, matcha yang sebelumnya merupakan bahan tradisional, kemudian diolah menjadi berbagai kreasi yang lebih dekat dengan selera masyarakat modern.

Minuman matcha latte menjadi salah satu contoh yang populer.  Selain minuman, matcha juga banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kue hingga berbagai jenis pastry.

Sekarang, kreativitas dalam mengolah matcha ternyata tidak hanya berkembang di industri makanan dan minuman. Bahan yang identik dengan warna hijau ini juga menjadi inspirasi dalam dunia kecantikan dan wewangian.

Dalam industri skincare, matcha dapat ditemukan di berbagai produk, seperti masker atau toner. Parfum matcha juga digemari karena menonjolkan aroma segar khas daun teh.

Peluang Agar Bisa Disukai

Salah satu hal menarik dari berbagai inovasi matcha ini adalah peluang agar bisa ramah di lidah banyak orang. Faktanya, tidak semua orang menyukai rasa matcha yang kuat dan berpendapat matcha seperti rumput yang diolah.

Namun, ketidaksukaan terhadap satu bahan tidak selalu berarti seseorang akan menolak semua produk berbahan tersebut.

Matcha yang disajikan sebagai minuman tanpa tambahan mungkin memberikan pengalaman berbeda dibandingkan matcha yang dipadukan dengan susu, cokelat, atau bahan lain.

Jika sebelumnya orang tersebut tidak suka matcha karena rasa dan aroma yang terlalu kuat, dengan campuran rasa tersebut maka mereka bisa mengonsumsi matcha dengan rasa yang lebih nyaman.

Tidak Menghilangkan Jati Diri Matcha

Seperti kutipan 'kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa disukai', begitupula matcha yang tidak perlu menghilangkan identitasnya hanya untuk bisa disukai banyak orang.

Membuat rasanya jadi ramah di lidah banyak orang, bukan berarti harus menghilangkan rasa orisinalnya. Jadi, mereka bisa menciptakan variasi dari matcha, tapi tetap menghilangkan ciri khas yang membuatnya berbeda dari bahan lainnya.

Konsumen pun juga tidak bisa berekspektasi terlalu tinggi dengan mengharapkan rasa matcha yang berbeda. Matcha akan tetap terasa seperti matcha meskipun dikreasikan sedemikian rupa.

Pada akhirnya, konsumen tetap memiliki kebebasan untuk memilih bentuk matcha yang paling sesuai dengan selera mereka.

Bagaimana dengan Kreasi yang Aneh?

Kreasi-kreasi nyeleneh dari matcha mungkin bisa lahir dari kecintaan seseorang terhadap bahan tersebut. Saking sukanya dengan matcha, maka dia ingin membuat apa saja dari matcha.

Bisa juga dari ide seseorang yang ingin mengeksplorasi matcha untuk dijadikan suatu produk tertentu yang belum pernah ada.

Selain itu, kreasi yang terkesan aneh juga bisa menjadi strategi untuk menarik perhatian masyarakat. Di tengah banyaknya produk serupa di pasaran, sesuatu yang tidak biasa justru memiliki peluang lebih besar untuk membuat orang penasaran dan membicarakannya.

Meski belum tentu semua orang tertarik untuk mencoba, keunikan tersebut dapat menjadi cara bagi sebuah produk untuk menonjol di antara produk lainnya.

Memang tidak semua inovasi harus langsung diterima atau disukai oleh semua orang. Ada kreasi yang mungkin terasa aneh bagi sebagian orang, tetapi justru menarik bagi orang lain. 

Nah, kalian sendiri apakah sudah pernah mencoba berbagai kreasi makanan yang berbahan matcha?