Sewaktu jalan-jalan dan lewat Jalan Kebon Nanas 5, Permata Hijau, Jakarta, saya menemukan telepon umum koin yang dikelola oleh Telkom. Fasilitas yang diperuntukkan untuk masyarakat ini masih berdiri kokoh, sayangnya box-nya sudah berantakan.
Selain box-nya berantakan, telepon koin tersebut penuh dengan coretan tangan-tangan jahil. Kondisinya benar-benar menyedihkan. Mesinnya pun terlihat mulai karatan.
Tentu saja saya sedih melihat fasilitas umum yang sangat dibutuhkan di masa jayanya itu dibiarkan terbengkalai seperti sekarang.
Saya ingat betul. Betapa sangat membantu keberadaan telepon umum koin sekitar 15 tahun yang lalu, dimana waktu itu belum banyak ponsel beredar.
Cukup dengan memasukkan uang pecahan Rp200 atau Rp500, kita sudah bisa bicara dengan anggota keluarga kita di tempat lain. Jadi, komunikasi menjadi tidak terkendala oleh jarak dan waktu.
Pembicaraan baru akan selesai setelah terdengar nada peringatan. Bila ingin melanjutkan percakapan, kita perlu memasukkan koin lagi.
Setelah muncul banyak ponsel, pelan namun pasti kejayaan telepon umum koin mulai redup. Dan benar-benar ditinggalkan orang pada saat ini. Hanya saja yang patut disayangkan adalah, seharusnya warga turut menjaga barang tersebut. Jangan sampai merusaknya hanya karena sudah tak dipakai lagi.
Dikirim oleh Ir. Robertus, Magelang, Jawa Tengah
Punya cerita atau foto menarik? Mari berbagi dan kirimkan ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
Artikel Terkait
News
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Berapa Jumlah Zakat Fitrah yang Wajib Dibayarkan? Ini Waktu dan Niatnya
-
Kritik Buka Puasa Mewah: Menghapus Sekat Antara Wagyu dan Nasi Bungkus
-
Imbas Polemik Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Sebut 600 Awardee Tengah Diselidiki
Terkini
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Kepolisian Jepang Tangkap Produser XG atas Dugaan Kepemilikan Narkotika