Selamat siang. Kali ini, saya ingin berbagi cerita masa-masa waktu SMA tahun lalu. Semua orang pasti pernah merasakannya, begitu juga dengan saya tahun lalu.
Semua itu masih tersimpan dengan baik di ingatan saya, selama tiga tahun saya jalani. Masa-masa itu, dengan berbagai perasaan. Langsung saja saya mengulas kembali cerita saya.
Saya adalah salah satu alumni kelas XII-IPA 1 dari sekolah SMA Negeri 1 Gebang, tepatnya di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kalau ditanya? masih ingatkah kamu dengan masa sekolah kamu? masih tentunya, ya saya tidak akan pernah lupa.
Saya rindu akan masa itu, rasa takut, senang, dan gelisah terdapat di dalamnya. Takut saat PR tidak selesai, senang saat bel istirahat berbunyi dan gelisah saat diberikan soal yang sulit dan maju ke depan kelas. hehehehe.
Kalau ditanya hal apa yang kamu tidak suka waktu SMA. Ya dihukum, disuruh lari mengelilingi lapangan karena PR tidak dikerjakan.
Walau begitu, saya tetap senang untuk mengulas kembali cerita masa SMA. Kedengarannya sudah biasa cerita seperti ini. Makan bareng di kantin, seru-seruan bareng, terkadang sering selisih paham. Begitu besoknya, baikan lagi deh. hehehehe.
Siang itu, semua siswa dan siswi kelas XII berkumpul semuanya, masing-masing memakai pakaian dengan warna yang berbeda dari masing-masing kelas. San kelas kami memakai batik berwarna merah hati.
Waktu itu cuaca cukup bagus untuk menjalankan acara perpisahan diawali dengan kata sambutan dari kepala sekolah. Kata sambutan masing-masing wali kelas. Penampilan tarian daerah, band sekolah, joget bareng di tengah lapang, seperti yang terdapat di dalam foto, makan bareng, dan banyak lagi acaranya lainnya.
Pokoknya seru banget, deh, kalau diulas kembali ceritanya. Dan acara terakhir yang paling membekas di hati adalah acara perpisahan dengan kepala sekolah, semua guru dari masing kelas, dan dengan teman-teman.
Sedih banget rasanya, setelah tiga tahun belajar bersama-sama akhirnya berpisah juga. Ya mau gimana lagi itu sudah jadi ketentuannya, mesti berpisah.
Seperti kata pepatah, setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Begitulah sepenggal cerita waktu SMA dari saya.
Dikirim oleh Tajuddin, Batam, Twitter @Tajuddin_Necies
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda
Artikel Terkait
News
-
GIVERS: Menjembatani Ketimpangan, Membawa Senyum Melalui Surplus Pangan
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
Terkini
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda