Setelah hampir tiga bulan menghadapi situasi pandemi akibat Covid-19, tak sedikit manusia yang tetap berusaha menebarkan hal-hal positif agar dapat menumbuhkan rasa semangat satu sama lain.
Salah satunya adalah upaya dari seorang musisi tanah air, Tulus, yang telah merilis single terbarunya berjudul "Adaptasi" dengan makna yang mendalam.
Tulus bersama Petra Sihombing, sebagai produser dan pengisi aransemen musik, berkolaborasi dalam proses penciptaannya yang selesai pada tanggal 21 Mei 2020. "Adaptasi" resmi dirilis pada tanggal 24 Mei 2020, tepat di hari pertama Lebaran.
Melalui lagu ini, Tulus memberikan pesan yang dapat diinterpretasikan dengan baik terkait situasi yang saat ini sedang dihadapi.
Bahwa sejatinya, banyak hal positif yang bisa kita petik untuk dijadikan sebagai pembelajaran bersama. Meskipun dihadapkan dengan pilihan yang tidak mudah untuk dicerna, setiap insan pasti bisa mendapatkan hikmah dari situasi yang ada.
"Semakin banyak waktu untuk bicara.
Semakin ku paham harapmu apa.
Semakin banyak waktu untuk bersama.
Bersyukurlah kau utuh jiwa raga."
Tersirat dari penggalan lirik di atas pada bait kedua, Tulus menyampaikan bahwa harapannya situasi seperti ini dapat menjadi salah satu upaya untuk mengenal satu sama lain dan tidak lupa untuk tetap bersyukur atas anugerah-Nya.
Hal ini dapat menjadi momentum yang sesuai untuk tetap saling 'mengisi' satu sama lain. Tentu tidak mudah beradaptasi dengan hal baru yang kelak akan kita sebut sebagai "the new normal."
"Belakangan ini kita mungkin memang banyak habiskan waktu di rumah masing-masing. Tapi saya yakin, pada dasarnya, kita semua berlindung di bawah atap yang sama. Langit," ujar Tulus lewat unggahan Instagram (25/05).
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Tolak Mal Dibuka 5 Juni, YLKI Minta Pemerintah Fokus Tangani Covid-19
-
Makna dan Lirik Lagu Lathi, Kolaborasi Weird Genius dan Sara Fajira
-
Lirik Lagu Ardhito Pramono Berikut Punya Makna yang Dalem Banget!
-
Lirik Lagu Lathi, Weird Genius ft. Sara Fajira Nuansa Jawa Kuno dan Barat
-
Rosi Ungkap Satu Lagu yang Bikin Didi Kempot 'Bertekuk lutut', Apa Itu?
News
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
-
Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
Terkini
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini