Menurut penelitian Food Sustainibility Index, bahwa setiap orang di Indonesia membuang 300 kg sampah makanan per tahunnya. Angka yang sangat fantastis, namun itu baru hitungan satu orang saja dan bila dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia menghasilkan kurang lebih 13 juta ton pertahun sampah makanan yang dihasilkan.
Pantas saja Indonesia hanya satu peringkat dibawah Saudi Arabia sebagai negara penyumbang food waste terbanyak di dunia. Ini sangat berbahaya, dapat memberikan efek buruk bagi lingkungan dan bahkan global warming.
Seperti dikutip dari finance.detik.com, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Mark Smulders mengungkapkan, di Indonesia sendiri, sebanyak 13 juta metrik ton makanan yang terbuang setiap tahunnya.
Jumlah tersebut termasuk makanan-makanan yang tidak Anda selesaikan di meja makan di rumah atau restoran, sayur dan buah layu yang kemudian dilempar ke keranjang sampah baik di rumah maupun di pasar-pasar, atau bahan makanan yang tanggal kadaluarsanya masih hitungan bulan tetapi tak bisa dijual dengan alasan standardisasi produk.
“Dengan populasi sekitar 260 juta penduduk, kebutuhan makanan sekitar 190 juta metrik ton dan total makanan yang terbuang 13 juta metrik ton," jelas Smulders.
"Ini artinya bahwa makanan yang terbuang tersebut, bisa untuk memberi makan hampir 11% populasi Indonesia, atau sekitar 28 juta penduduk setiap tahunnya. Angka yang hampir sama dengan jumlah penduduk miskin di Indonesia," Lanjut Smulders.
Menurutnya, perilaku membuang-buang makanan ini sulit dihilangkan tanpa adanya regulasi dari pemerintah. Beberapa negara, menurutnya, sudah mulai memberlakukan pengawasan dan peraturan ketat, termasuk sanksi, bagi mereka yang kedapatan membuang makanan dan perilaku masyarakat yang tak menghabiskan makanannya di tempat publik
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Kasta Oren hingga Bangsa Mujaer: Rahasia Kucing Bisa Jadi Penawar Penat Kantor
-
Kampus Darurat Kekerasan Seksual: Menggugat Budaya Diam di Lingkungan Akademik
-
Yoursay Class: Ubah Cerita Pengalaman Jadi Ulasan Jurnalistik yang Kuat
-
River Ranger Jakarta Pilih Tersesat di Pedalaman Demi Solusi Warga, Kenapa?
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
Terkini
-
Segelas Air dari Jantung Kekasihku
-
Sensasi Makan Indomie di Bawah Bayangan Kapal Raksasa: Mengulik Dermaga Pelabuhan Cirebon
-
Rumah Kontrakan Nomor 7
-
Semalam Malas Nikah, Pagi Malah Ingin: Bagaimana FYP TikTok Mengacak Standar Kebahagiaan Kita
-
Headphone Retro "Kalcer" di Bawah 500 Ribu: Mengulik Moondrop Old Fashioned