Hayuning Ratri Hapsari | Leonardus Aji Wibowo
Komunitas Teman Berjalan menggelar kegiatan berbagi takjil dalam rangka menyemarakkan Ramadan, Sabtu (28/2/2026) (Dok. Pribadi)
Leonardus Aji Wibowo

Komunitas Teman Berjalan memanfaatkan momentum Ramadan dengan menggelar aksi berbagi takjil, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi cara mereka menghadirkan ruang empati sekaligus mempererat kebersamaan, terutama di kalangan anak muda.

Program berbagi tersebut menyasar masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. Mulai dari tukang parkir, pedagang kaki lima, hingga pengguna jalan menjadi penerima manfaat kegiatan ini.

Aksi berbagi ini juga melibatkan relawan dari berbagai latar belakang kampus. Kehadiran anak-anak muda dalam kegiatan sosial ini diharapkan bisa menularkan semangat kepedulian yang lebih luas.

Selain sebagai agenda berbagi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antarelawan. Para peserta tidak hanya turun ke jalan, tetapi juga saling membangun kedekatan dan pengalaman sosial bersama.

Respons masyarakat terlihat positif sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah penerima takjil tampak antusias dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian para relawan.

Project Leader Teman Berjalan, Muhammad Rizal Rifai, mengatakan komunitas ini lahir dari keresahan terhadap kondisi kesehatan mental di kalangan mahasiswa. "Jawabannya itu kurang lebih adalah butuh ruang," ujarnya, dikutip dari wawancara tim Community Yoursay, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Rizal, Teman Berjalan ingin menghadirkan ruang bertumbuh yang lebih relevan dan suportif bagi generasi muda. "Kita cuma pengin menunjukkan sudut pandang lain kepada teman-teman," lanjutnya.

Ia menjelaskan kegiatan sosial seperti berbagi takjil bukan sekadar agenda seremonial. Bagi komunitas, aksi ini menjadi medium untuk melatih kepekaan sosial sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

Salah satu Founder Teman Berjalan, Daffa Azzahra, menegaskan setiap program komunitas selalu berpijak pada empat pilar utama. "Yang pertama adalah pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, dan kesehatan," jelasnya.

Menurut Daffa, nilai-nilai tersebut diupayakan hadir dalam setiap aktivitas Teman Berjalan, termasuk pada momentum Ramadan tahun ini. Ia berharap kegiatan sederhana seperti berbagi takjil bisa memberi dampak positif yang lebih luas.

Komunitas Teman Berjalan diketahui rutin menggelar berbagai kegiatan sosial sejak berdiri pada 11 Oktober 2023. Program mereka mencakup voluntrip bulanan, edukasi ke masyarakat, hingga kolaborasi pemberdayaan bersama berbagai pihak.

Lewat aksi Ramadan ini, Teman Berjalan menegaskan kepedulian bisa dimulai dari langkah sederhana. Ramadan pun dimaknai bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum menumbuhkan empati dan berjalan bersama dalam kebaikan.