Pandemi Covid-19 yang saat ini belum berakhir membuat banyak sekali masyarakat mengalami dampak yang begitu besar dari berbagai aspek, terutama masyarakat dengan penghasilan yang masih bergantung pada hasil penjualannya sehari hari, seperti pedagang kaki lima dan UKM kecil yang mau tidak mau harus tetap bertahan ditengah pandemi. Tak dapat dipungkiri, demi memperjuangkan perekonomian yang tetap stabil, kesehatan lah yang menjadi taruhan untuk bisa tetap bertahan menghidupi kebutuhan sehari-hari.
Hal ini membuat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menggalakkan program #SalingKuatMenguatkan oleh tim PMM UMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang) kelompok 33 di kecamatan Balikpapan dan Gresik.
Sejak kamis (16/7) sampai dengan Selasa (21/7) lalu, mahasiswa UMM melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona, penggunaan masker yang benar dan pembagian masker gratis pada UKM maupun pedagang kaki lima yang masih tetap mencari penghasilan di tengah pandemi saat ini.
Kegiatan sosialisasi dan pembagian masker ini bertujuan agar para UKM dan pedagang dapat mengetahui cara untuk mencegah penularan ketika sedang berinteraksi dengan para pembeli, sehingga dapat meminimalkan penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal (human to human transmission).
Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memakai masker yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, serta mencuci tangan dengan sabun sesuai anjuran WHO. Selama terjun ke lokasi jual-beli, masih banyak ditemukan para penjual yang tidak menggunakan masker saat melakukan transaksi hingga masih adanya kesalahan dalam penggunaan masker.
Selain itu, para pembeli juga didapati masih lalai dalam menaati aturan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya (physical distancing) selama melakukan antrian maupun transaksi kepada penjual. Tidak hanya berhenti pada sosialisasi masyarakat saja, kelompok 33 PMM UMM ini juga memanfaatkan platform media sosial yaitu Instagram untuk melakukan edukasi seputar Covid-19 guna menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas dari berbagai kalangan usia.
Selain itu, kelompok 33 PMM UMM ini juga memanfaatkan platform tersebut sebagai media promosi produk UKM yang berada di daerah Gresik dan Balikpapan sebagai upaya menaikkan penjualan di masa pandemi ini. Dilansir dari platfrom Instagram (@pmm33.umm) produk yang dipasarkan diantaranya berbagai macam kripik dan kue.
Pengabdian masyarakat ini diawasi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sendi Lia Yunita, M.Sc. dan beranggotakan 4 orang yaitu Sukma Oktavia, Mahliga Harum H, Amatullah Rusydah A, Aisyah Nurlitasari
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
Terkini
-
Menjaga Amanah Wakaf Hijau: Niat Mulia Jangan Mangkrak di Atap Masjid
-
Drama Law School, Perjuangan Mahasiswa Hukum Membongkar Misteri Pembunuhan
-
Durasi Capai 135 Menit, Film Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Franchise
-
Mengenal Fenomena 'Deskilling': Benarkah AI Perlahan Menurunkan Keterampilan Berpikir Manusia?
-
Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?