Di Era new normal seperti sekarang ini seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan tak terkecuali para pelajar, khususnya pelajar di dusun Brau kota Batu. Kami sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melakukan Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) melakukan pengabdian di dusun Brau ini.
Pasca Covid-19 seluruh pelajar diliburkan dan dirumahkan tak terkecuali para murid di dusun Brau ini. Karena lokasi yang cukup jauh dari perkotaan mengakibatkan sinyal sulit masuk ke daerah ini, kami selaku Tim PMM Bhaktimu UMM berinisiatif untuk melakukan pendampingan dan bimbingan belajar kepada para murid di dusun Brau.
Tim PMM kelompok 12 gelombang 6 selama 1 bulan akan mendampingi murid SDN gunungjati 04. Dalam kondisi new normal saat ini membuat pembelajaran dilakukan sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya seperti sebelum masuk kelas diharuskan mengecek suhu tubuh, mencuci tangan dan juga memakai hand sanitaizer. Disisi lain kondisi orang tua di dusun Brau ini kebanyakan mempunyai gelar sekolah dasar, hal ini pula yang membuat para wali murid merasa kesusahan dalam membimbing anaknya.
Setelah hari pertama pembelajaran anak-anak sangat antusias belajar bersama Tim PMM, mereka sangat bersemangat karena menurut mereka belajar bersama Tim PMM tidak melulu serius kami pula menyempatkan bermain tebak-tebakan bersama anak-anak tentang materi yang sudah dipelajari bersama dan diakhir jam kelas bagi anak yang bisa menjawab pertanyaan ada hadiah dari Tim PMM. Setiap harinya ada 2 kelas yang masuk dan dibimbing bersama 5 orang Tim PMM, dimulai dari senin (kelas 5 dan 6), Hari selasa (kelas 1 dan 2) dan hari Rabu (kelas 3 dan 4).
Artikel Terkait
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
News
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?