Sejak adanya bulu tangkis di Olimpiade Barcelona pada 1992, hingga Olimpiade Rio de Janeiro 2016, empat sektor Indonesia telah berhasil menyumbang medali emas. Satu-satunya sektor yang belum menyumbang emas adalah ganda putri
Hanya menurunkan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020, sebenarnya PBSI tidak memasang target pada pasangan ini. Greysia/Apriyani pun datang sebagai pemain non unggulan.
Namun siapa sangka, Greysia/Apriyani datang dengan kesiapan 100 persen baik secara teknik maupun mental. Pada fase grup, ia sukses mengumpulkan poin tanpa kehilangan poin. Mereka pun menjadi juara grup A, dan diikuti oleh runner-up dari pasangan andalan Jepang, Yuki/Sayaka.
Tampil secara percaya diri dan defense yang rapat, Greysia/Apriyani secara perlahan melesat dengan tajam hingga semifinal. Dilaga final, mereka harus bertemu pasangan andalan China, Chen/Jia.
Melihat statistik pertemuan dengan Chen/Jia, Greysia/Apriyani kalah dengan 3-6. Namun, karena tampil dengan siap secara teknik dan mental. Greysia/Apriyani libas Chen/Jia hanya dua gim.
Kemenangan Greysia/Apriyani berhasil membawa pulang emas Olimpiade untuk Indonesia. Greysia/Apriyani pun mencatat sejarah lengkapi raihan emas bulu tangkis Indonesia, pada sektor ganda putri.
Berikut torehan emas bulu tangkis dari seluruh sektor:
1. Tunggal Putri
- Susi Susanti - Barcelona 1992
2. Tunggal Putra
- Alan Budikusuma - Barcelona 1992
- Taufik Hidayat - Athena 2004
3. Ganda Putra
- Rexy Mainaky/Ricky Subagdja - Atlanta 1996
- Tony Gunawan/Chandra Wijaya - Sydney 2000
- Hendra Setiawan/Markis Kido - Beijing 2008
4. Ganda Campuran
- Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir - Rio de Janeiro 2016
5. Ganda Putri
- Greysia Polii/Apriyani Rahayu - Tokyo 2020
Dengan kemenangan Greysia/Apriyani di Tokyo, membuat emas Olimpiade dari seluruh sektor bulu tangkis sudah lengkap.
Tag
Baca Juga
-
Turnamen di Bali, 5 Pemain Bulu Tangkis Luar Negeri Banjir Hadiah dari Fans Asal Indonesia
-
Jelang Turnamen, 5 Pemain Bulu Tangkis Ini Memboyong Keluarga ke Bali
-
3 Durasi Permainan Terlama di Thomas Uber Cup 2020, Ada Jonatan Christie
-
Tajir Melintir, 4 Bisnis Arief Muhammad dari Makanan hingga Properti
-
Profil Fajar Alfian dan Rian Ardianto, Pebulu Tangkis Berprestasi yang Tak Dikenal Menpora
Artikel Terkait
-
Apri/Fadia Ditarik dari Swiss Open 2025, Buntut Hasil Minor di Dua Turnamen
-
Apriyani/Fadia Batal Ikut Swiss Open, Performa Terakhir Jadi Sorotan
-
Skuad Indonesia di Swiss Open 2025, Hanya Kirim 7 Wakil
-
Terhenti di Perempat Final All England, Gregoria Mariska: Saya Kesulitan Mengimbangi Lawan
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower