Ramadan tak lagi sekadar momen memperbanyak ibadah, tetapi juga menjadi musim belanja terbesar dalam setahun. Seiring meningkatnya aktivitas keagamaan, lonjakan transaksi ritel, terutama di platform e-commerce, ikut meroket, dengan nilai perputaran uang diproyeksikan menembus puluhan triliun rupiah sepanjang bulan suci.
Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi eCommerce telah menyentuh Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya. Puncaknya selalu terjadi pada periode Ramadan dan Idulfitri.
Namun, fenomena ‘panen’ belanja ini justru juga jadi celah untuk para penjahat siber masuk ke ruang-ruang yang tidak mereka jaga, mulai dari phising hingga situs belanja palsu dan ancaman pencurian data pribadi kini mengintai di sela-sela promo.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pakar siber bekerja sama dengan Lazada Indonesia membagikan panduan komprehensif agar masyarakat tetap aman saat berburu promo di Lazada Ramadan Daily Sale yang berlangsung sejak 16 Februari hingga 24 Maret mendatang.
Tantangan Keamanan di Masa Puncak Belanja
Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha, mengungkapkan bahwa modus yang paling marak adalah phishing melalui pesan instan, penyamaran sebagai customer service, dan tautan pelacakan paket palsu.
“Risiko keamanan transaksi online memang masih menjadi tantangan nyata di Indonesia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjawab tantangan ini. Di tengah meningkatnya aktivitas belanja online, khususnya menjelang Ramadan, konsumen perlu semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kian beragam. Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan,” kata Pratama.
Oleh karena itu, untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelanggan berbelanja saat Lazada Ramadan Daily Sale, Pratama dan Lazada membagikan 5 (lima) tips praktis dan efektif berbelanja online.
5 Tips Belanja Aman Agar Puasa Tetap Tenang
1. Perkuat Akun dan Gunakan Biometrik
Gantilah kata sandi secara rutin dengan kombinasi huruf, angka, dan karakter unik. Hindari menggunakan satu password untuk banyak akun. Aktifkan fitur verifikasi biometrik atau autentikasi dua faktor (2FA) sebagai lapis baja tambahan.
2. Transaksi Wajib di Dalam Platform
Jangan pernah tergiur melakukan transaksi atau komunikasi di luar aplikasi resmi. Penjual nakal sering mengajak pindah ke aplikasi pesan instan untuk menghindari pengawasan sistem keamanan platform.
3. Jangan Asal Klik Tautan
Hati-hati dengan iming-iming hadiah atau diskon melalui link tidak resmi. Modus terbaru sering menyamar sebagai jasa kurir yang meminta Anda mengecek paket melalui tautan tertentu. Ingat, status paket di Lazada dapat dipantau secara real-time langsung di dalam aplikasi.
4. Waspadai File APK dan Fitur Berbagi Layar
Jangan pernah menginstal aplikasi (file .APK) yang dikirimkan orang asing melalui pesan instan. Hindari pula permintaan berbagi layar (screen sharing) dengan alasan bantuan teknis. Ini adalah cara pelaku mencuri PIN dan kode OTP Anda.
5. Jaga Kerahasiaan OTP
OTP adalah kunci akses terakhir akun Anda. Pihak Lazada tidak pernah meminta kode ini melalui kanal apa pun.
Komitmen Keamanan Platform
Lazada melalui kanal LazMall juga menjamin keaslian produk dan menyediakan asisten belanja AI Lazzie untuk memudahkan konsumen. Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia menekankan pentingnya respons cepat jika terjadi kejanggalan.
“Di Lazada, kami terus memperkuat sistem keamanan, memantau transaksi, dan memastikan tim Customer Care selalu siap membantu kapan pun dibutuhkan. Kami juga rutin mengingatkan dan mengajak pelanggan untuk menggunakan fitur-fitur resmi di aplikasi Lazada, mulai dari metode pembayaran hingga kanal komunikasi dengan penjual, agar setiap transaksi tetap aman dan terlindungi. Bila ada indikasi pembobolan akun atau transaksi tidak sah, segera hubungi pihak platform, laporkan ke bank atau penyedia dompet digital untuk melakukan pemblokiran, dan segera ubah kata sandi akun Anda,” ujarnya.
Dengan kewaspadaan tinggi dan mengikuti panduan di atas, pengalaman berbelanja di bulan Ramadan yang penuh berkah ini akan tetap terasa menyenangkan tanpa perlu khawatir akan ancaman siber. Selamat berbelanja dengan aman!
Baca Juga
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
-
GIVERS: Menjembatani Ketimpangan, Membawa Senyum Melalui Surplus Pangan
Artikel Terkait
News
-
Bekal Penting Sebelum ke Luar Negeri: Cara Calon Pekerja Migran Hindari Jeratan Love Scam
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
Terkini
-
Sampah Kemasan Skincare hingga Paket Meningkat Akibat Tren Fast Beauty?
-
Redmi Watch 6 Hadir di Indonesia: Smartwatch AMOLED 2,07 Inci, Siap Temani Gaya Hidup Aktif
-
Seni Mencintai dengan Konsistensi: Cermin Relasi Sehat di Yumis Cells 3
-
Resmi Debut, AND2BLE Hadapi Perubahan dan Mulai Awal Baru di Lagu Curious
-
Ngopi di Tarkam Ledokombo: Ketika Tawa, Asap Kopi, dan Jalan Raya Menjadi Satu Cerita