M. Reza Sulaiman | Natasya Regina
Sabrina Chairunnisa (Instagram/sabrinachairunnisa_)
Natasya Regina

Isu penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian datang dari Sabrina Chairunnisa yang secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah awardee yang memilih menetap di luar negeri setelah menyelesaikan studi.

Melalui unggahan Instagram Story, Sabrina menanggapi ramainya perbincangan soal penerima beasiswa LPDP yang dinilai tidak memenuhi kewajiban pengabdian kepada negara. Ia menyoroti kasus viral yang menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas, di mana sang suami diwajibkan mengembalikan dana beasiswa bernilai miliaran rupiah akibat unggahan media sosial yang memicu polemik.

Pertanyaan soal Sistem Pengawasan Negara

Dalam pernyataannya, Sabrina mengaku heran dengan mekanisme pengawasan terhadap para penerima beasiswa. Menurutnya, kontrak yang ditandatangani awardee seharusnya memiliki konsekuensi tegas dan terkontrol.

"Jujur, aku enggak paham sih sistem LPDP kalau sudah ada kontrak jelas, kenapa masih banyak ratusan penerima beasiswa yang bisa 'kabur' dengan leluasa setelah selesai sekolah," tulis Sabrina pada Selasa (24/2/2026). Ia menilai fenomena tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan negara terhadap kewajiban moral dan profesional para alumni beasiswa.

Prioritas Beasiswa dan Akses Pendidikan yang Belum Merata

Tak berhenti di situ, Sabrina juga mempertanyakan kebijakan pemberian kuota beasiswa kepada individu yang secara ekonomi tergolong mampu. Baginya, ketimpangan akses pendidikan di Indonesia masih menjadi persoalan besar yang belum sepenuhnya teratasi.

Ia berpendapat bahwa program seperti LPDP semestinya lebih memprioritaskan generasi berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial. Sabrina mencontohkan langkah yang ia tempuh melalui yayasan beasiswa miliknya sendiri, yang berfokus membantu mereka yang memiliki potensi namun terkendala biaya untuk mengubah masa depan.

Media Sosial dan Sikap Nirempati

Unggaan Sabrina Chairunnisa (Instagram/sabrinachairunnisa_)

Selain mengkritisi sistem, Sabrina menyinggung perilaku sebagian penerima beasiswa yang dinilainya kurang bijak dalam bermedia sosial. Ia menyoroti kebiasaan memamerkan gaya hidup, kemewahan, atau keluhan berlebihan selama menempuh pendidikan di luar negeri dengan dana negara.

"Enggak semua-semua di sosmed itu kudu diposting. Kenapa? Bisa fire back (berbalik menyerang). Apalagi ini yang sudah menyalahi aturan, pamer dan sombong pula," ujarnya. Menurut Sabrina, tindakan semacam itu menunjukkan kurangnya empati terhadap kondisi masyarakat luas yang turut berkontribusi melalui pajak negara.

Refleksi Pribadi dan Ajakan Menahan Diri

Sabrina mengakui bahwa dirinya kini juga semakin berhati-hati dalam membagikan konten di media sosial. Ia menyadari bahwa situasi sosial dan ekonomi membuat masyarakat lebih sensitif terhadap unggahan yang bernuansa pamer. Meski begitu, ia menutup pernyataannya dengan ajakan untuk tetap bersikap bijak dan tidak berlebihan dalam menyikapi kesalahan orang lain. Ia menekankan pentingnya menjaga empati, terutama ketika polemik mulai menyeret keluarga dan anak-anak.

"Hidup sudah penat, bulan puasa pula ngapain nambah-nambah kebencian di hati dan nularin kebencian di sosmed juga. Be wise. Jangan sampai karena kesalahan orang, kita jadi berdosa juga," tuturnya.

Pernyataan Sabrina Chairunnisa ini pun menambah panjang daftar suara publik yang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem beasiswa negara serta etika para penerimanya di ruang digital.