Pada setiap momen perayaan kemerdekaan, selalu saja ada hal-hal yang membekas. Berbagai aksi atau kegiatan unik dilakukan warga Indonesia yang baik hati merayakan kemerdekaan. Namun itu semua tentu mempunyai makna yang mendalam.
Selain lomba-lomba lucu yang sering dilakukan, perayaan upacara bendera pun kadang kala dilaksanakan di tempat krusial. Termasuk pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, pengibaran bendera di puncak gunung, pengibaran di dalam gua serta tempat-tempat unik lainnya. Nah, tempat-tempat tersebut tentu bukan hal baru kita jumpai pada perayaan HUT RI.
Namun, salah satu dari sekian banyak hal unik saat pengibaran bendera Merah Putih, justru sejumlah warga Majene merayakan upacara bendera di tengah jalan poros.
Warga, pengendara, dan pejalan kaki diberhentikan sejenak untuk melakukan penghormatan pada bendera Merah Putih di tengah jalan poros Majene itu.
Seperti berita yang dikutip dari Tribun-Sulbar, pada Selasa (11/8/2021), sekitar pukul 11.00 Wita, sejumlah Personil Polres Majene, mahasiswa, Dishub, Satpol PP, Damkar, BPBD Majene, dan TNI serta warga sekitar berbaris memberikan penghormatan pada bendera Merah Putih.
Upacara tersebut, tepatnya dilaksanakan di Bundaran Monumen Perjuangan, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Di mana seluruh kendaraan dan pejalan kaki diberhentikan selama 3 menit untuk ikut memberikan penghormatan.
Lebih lanjut, Kepala Bagian Operasi, AKP Ujang Saputra memimpin pada penghormatan bendera Merah Putih tersebut. Ia mengatakan, kalau upacara itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan bagi pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Perayaan upacara bendera di tengah jalan memang jarang ditemukan, mengingat tempat tersebut salah satu aktivitas masyarakat umum dengan pusat keramaian, termasuk tempatnya pengendara.
Namun, bagi warga masyarakat Majene dan pengendara yang langgar justru merasa tidak terganggu. Bahkan ia malah memberikan apresiasi.
Karena di tengah jalan dapat lebih menarik simpati orang-orang agar lebih banyak yang ikut memberikan penghormatan bendera ketika ada upacara bendera untuk HUT RI. Dan sudah terbukti, sejumlah masyarakat Majene telah melakukan pada perayaan HUT ke-76 RI.
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
News
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Vredeburg Game On, Arena Edukasi Anak Panti oleh Loka Bestari
-
Jalan Sore Pukul Panci, Suara Ibu Indonesia Protes MBG di Jogja
-
Belum Wisuda, Puluhan Lulusan MMTC Yogyakarta Sudah Terserap Dunia Kerja
-
Bakar Semangat Juang, Plt Ketum PPAD Turun Langsung Kawal Atlet Golf di Surabaya
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2