Pertemuan antara The Reds Liverpool melawan Crystal Palace menjadi ajang pemecahan rekor bagi penyerang andalan Liverpool, Sadio Mane. Memainkan laga pekan kelima English Premier League di Anfield Arena, Liverpool mampu menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor meyakinkan. Virgil van Dijk dan kolega, menggelontorkan tiga gol tanpa balas ke gawang tim tamu melalui lesakan duo penyerang andalan mereka, Sadio Mane pada menit ke 43, dan Mohammed Salah di menit ke 78. Satu gol lainnya bagi The Reds disumbangkan oleh Naby Keita ketika pertandingan berjalan 89 menit.
Selain membuahkan tiga poin bagi Liverpool, kemenangan tersebut juga menjadi ajang pemecahan rekor bagi Sadio Mane. Dilansir dari laman premierleague, tambahan satu gol yang diceploskan oleh Mane menjadikan dirinya sebagai pemain Premier League pertama yang mampu mencetak gol pada 9 laga beruntun saat menghadapi satu tim. Iya, dari 9 kali laga Sadio Mane menghadapi Crystal Palace, dirinya selalu mampu mencetak gol dalam setiap laganya.
Raihan ini lebih banyak daripada yang dicatatkan oleh striker legendaris Arsenal dan Manchester United, Robin van Persie. Pemain asal Belanda tersebut tercatat mampu menceploskan gol ke gawang Stoke City dalam 8 laga beruntun sepanjang karir persepakbolaannya di Liga Inggris. Sementara Jimmy Floyd Hasselbaink, Romelu Lukaku dan Olivier Giroud, tercatat menceploskan 7 gol ke gawang tim yang sama dalam 7 laga beruntun mereka. Hasselbaink mencatatkan 7 gol dalam 7 laga beruntun melawan West Ham United (sama dengan tim yang dijebol oleh Romelu Lukaku), Sementar Olivier Giroud mencatatkan 7 golnya ke gawang Aston Villa.
Tak hanya mengemaskan 3 poin untuk Liverpool, rekor Sadio Mane ini juga diiringi dengan pencapaian The Reds yang memuncaki klasemen sementara EPL pekan kelima ini. Anak asuh Jurgen Klopp tersebut kini berada dipuncak klasemen dengan koleksi 13 poin, unggul 3 poin dari Manchester City, Manchester United, Chelsea dan juga Evertorn. Namun perlu dicatat, Manchester United dan Chelsea baru memainkan 4 laga, dan masih memiliki kans untuk menggeser The Reds dari pucuk klasemen sementara.
Baca Juga
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
Artikel Terkait
-
West Ham Ekspos Kelemahan Manchester United, Solskjaer Buru-buru Evaluasi
-
Kuat di Babak Pertama, Tottenham Hotspur Dibantai Chelsea di Babak Kedua
-
Jesse Lingard Optimis Manchester United Calon Juara Liga Inggris Musim Ini
-
Chelsea Beringas di Babak Kedua Setelah Melempem di Paruh Pertama, Ini Kata Tuchel
-
Kalah dari Chelsea, Tottenham Dianggap Tak Punya Hasrat Menang
News
-
Di Balik Gerakan Tanpa Kata, Bagaimana Pantomim Jadi Ruang Memulihkan Diri?
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!