Perhelatan sepak bola terakbar di kawasan Asia Tenggara, AFF Cup 2020 akan dimulai pada awal bulan Desember mendatang. 10 negara yang menjadi partisipan akan saling bertarung memperebutkan supremasi tertinggi persepa kbolaan Asean tersebut.
Berbeda dengan format tahun 2018 lalu yang setiap negara mendapatkan jatah dua kali laga kandang dan dua kali laga tandang, gelaran Piala AFF 2020 kali ini akan memakai format home tournament untuk babak penyisihan grup.
Dalam rilisan resmi AFF melalui laman resmi mereka, aseanfootball, gelaran Piala AFF edisi kali ini, para peserta akan bertanding di satu negara saja untuk babak penyisihan grup. Sementara untuk babak semi-final dan final turnamen, masih menggunakan sistem dua kali laga, yakni kandang dan tandang di negara masing-masing.
Menyikapi hal tersebut, setidaknya tiga negara telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah babak grup. Mereka adalah Kamboja, Thailand dan yang terakhir Indonesia.
Uniknya, tiga negara yang mengajukan diri tersebut semuanya berasal dari grup B. Oleh sebab itu, nantinya negara yang terpilih sebagai tuan rumah gelaran babak grup, akan mendapatkan keuntungan tersendiri. Di antaranya mendapatkan tambahan suntikan moral karena bertindak sebagai tuan rumah dan setidaknya bisa menggoyahkan mental bermain tim lawan.
Untuk Kamboja, mungkin bukan merupakan favorit untuk dipilih. Pasalnya, negara yang terletak di Kawasan Indocina tersebut belum terlalu sering mengadakan turnamen berskala internasional.
Bahka untuk skala Sea Games, Kamboja baru akan pecah telur menjadi tuan rumah pada tahun 2023 mendatang. Berbeda dengan Indonesia dan Thailand yang sudah seringkali menjadi rujukan federasi untuk menjadi tuan rumah turnamen berskala internasional, mulai dari level Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia.
Namun demikian, peluang Kamboja untuk menjadi tuan rumah Piala AFF 2020 masih terbuka lebar. Terlebih jika penyelenggara berpikir untuk menjadikan AFF 2020 sebagai tolok ukur kesiapan Kamboja sebelum gelaran Sea Games dua tahun mendatang
Sementara itu, peluang antara Indonesia dan Thailand untuk menjadi tuan rumah bisa dikatakan sama besarnya. Kedua negara yang sudah berpengalaman dan sukses menggelar turnamen skala internasional tentu menjadi sebuah jaminan tersendiri bagi AFF.
Selain itu, hal lain yang menjadikan kedua negara ini menjadi kandidat kuat adalah ketersediaan banyak stadion yang bertaraf internasional, dan juga atmosfer pertandingan yang selalu menghentak ketika tuan rumah bertanding.
Mungkin yang menjadi penghalang terbesar untuk saat ini adalah pandemi covid-19 yang masih belum sepenuhnya hilang. Karena meski kedua negara ini terbilang sukses menurunkan angka covid-19, namun ancaman kembali merebaknya virus ini terus saja mengintai.
Lalu, kira-kira negara mana ya yang akan dipilih oleh AFF untuk menjadi tuan rumah gelaran Piala AFF 2020?
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
News
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
-
Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?
-
Membawa Ruh Yogyakarta ke Bandung: Sinergi Budaya dan Bisnis LBC Hotels Group
Terkini
-
Sinopsis Midnight Taxi, Drama Jepang yang Dibintangi Furukawa Kotone
-
Review The Square: Konfrontasi Dramatis antara Seni dan Realitas Primal!
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Anime Sci-Fi Cyborg 009: Nemesis Umumkan Yuki Kaji Jadi Joe Shimamura
-
Seni Menjalani Proses dengan Enjoy di Buku The Art of Divine Timing