Akhir bulan Oktober ini, Timnas Indonesia U-23 akan berjibaku melawan Australia U-23 di babak kualifikasi Piala Asia U-23 untuk memperebutkan satu slot tempat di putaran final tahun depan. Berbeda dengan Indonesia yang harus bermain tanpa diperkuat para pemain andalan karena alasan tidak diijinkan oleh klub ataupun karena terkena cedera, Timnas Australia U-23 justru akan diperkuat oleh para pemain yang kini tengah berkarir di Eropa.
Dilansir dari laman 9news.com.au, setidaknya terdapat enam pemain yang kini berkiprah di Eropa dan akan memperkuat tim Negeri Kangguru di kualifikasi Piala Asia U-23 mendatang. Siapa saja mereka? Mari kita bahas bersama.
1. Lachlan Brook
Lachlan Brook yang kini berusia 20 tahun, merupakan pemain muda yang kini memperkuat Brentford FC B, alias tim cadangan Brentford Inggris. Berdasarkan data dari transfermarkt, Lachlan Brook dapat bermain dalam dua posisi, yakni sebagai pemain sayap kanan, dan dapat juga dimainkan sebagai attacking midfielder di sektor tengah.
2. Jacob Italiano
Sejatinya, Jacob Italiano memiliki dua kewarganegaraan, yakni Australia dan Italia. Namun demikian, pemain yang kini berusia 20 tahun tersebut memilih untuk memperkuat timnas Australia U-23 karena merupakan tempat kelahirannya.
Pemain yang kini memperkuat Borussia Mönchengladbach II tersebut dapat dimainkan dalam tiga posisi sekaligus. Selain sayap kiri sebagai posisi terbaiknya, Jacob Italiano juga bisa dimainkan di sayap kanan, dan juga gelandang serang.
3. Kai Calderbank-Park
Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang ini merupakan aset dari klub Wales, Connah's Quay Nomads FC. Pemain berusia 20 tahun ini juga tercatat memiliki dua kewarganegaraan. Selain Australia, Kai Calderbank juga memiliki darah Inggris.
4. Jordan Courtney-Perkins
Masih berusia 18 tahun, pemain ini fasih bermain di posisi center back dan juga bek kiri. Pemain yang kini membela Rakow Czestochowa di liga Polandia tersebut, memiliki tinggi badan 189 cm, sehingga akan menjadi lawan yang tangguh bagi barisan penyerangan skuat Garuda Muda.
5. Fabian Monge
Bermain di liga kedua Yunani bersama AO Xanthi, pemain yang memiliki tinggi badan 177 cm ini bisa bermain di dua tempat pada sektor tengah. Selain bermain sebagai defensive midfielder sebagai peran utama, Fabian Monge juga bisa bermain sebagai central midfielder.
6. Marc Tokich
Pemain keenam yang berkarir di Eropa di tubuh timnas Australia U-23 adalah Marc Tokich yang memperkuat Mjällby AIF di Liga Swedia. Pemain berusia 22 tahun ini berposisi sebagai bek, dan seperti Jordan Perkins, pemain bertinggi 187 cm ini akan menjadi palang pintu yang menyulitkan bagi para pemain Timnas Indonesia U-23.
Memang, para pemain Australia U-23 memiliki kualitas yang mumpuni, namun para pemain kita pun tak kalah berkualitas pula.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
News
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
Terkini
-
Penantang Baru MacBook? Redmi Book 14 2026 Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Gahar!
-
Drakor The Scarecrow Pecahkan Rekor ENA, Kepala Produksi Ungkap Alasannya
-
Episode 5 dan 6 The Scarecrow Bikin Penonton Ikut Mikir Keras
-
Brass Monkeys: Kenapa yang Jelas Lebih Baik Justru Tidak Dipilih?
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan