Di Indonesia, perayaan Imlek kerap identik dengan tari Barongsai. Keduanya bak dua sisi mata uang logam. Selalu bersama dan tidak bisa dipisahkan. Tarian Barongsai kerap menampilkan atraksi menghibur bahkan mendebarkan. Tak jarang, tarian ini sering ditunggu-tunggu sebab memiliki daya tarik tersendiri. Tentu, selain Barongsai, perayaan Imlek juga identik dengan warna merah atau kue keranjang. Namun Barongsai, tetap tak bisa digantikan.
Barangkali di antara kita sering bertanya-tanya, mengapa perayaan Imlek kerap identik dengan Barongsai? Merangkum China Highlights, Barongsai atau Tari Singa adalah kepercayaan masyarakat China. Singa adalah lambang keberanian serta kekuatan.
Apalagi, tari Barongsai yang dilakukan di beberapa festival besar, kerap bertujuan untuk mengusir roh jahat, monster atau hantu. Masyarakat China percaya jika mereka takut akan suara keras yang ditimbulkan dari Barongsai.
Pada umumnya, tari Barongsai dibawakan oleh dua penari. Keduanya mengenakan kostum singa di mana penari pertama berada di depan yang bertugas sebagai kepala dan kaki singa. Sedangkan penari kedua berada di belakangnya dan bertugas sebagai punggung serta kaki belakang.
Hingga kini, pertunjukan Barongsai masih bisa ditemukan, terutama di wilayah Indonesia yang dihuni oleh sebagian besar keturunan Tionghoa.
Barongsai sendiri memiliki 5 unsur yang disertai filosofi masing-masing, yaitu:
- Tanggguk atau tanduk yang memiliki arti sebagai simbol dari generasi perempuan
- Telinga dan ekor sebagai lambang kebijaksanaan dan keberuntungan
- Tulang belakang berarti lambang kekayaan dan pesona
- Punuk di belakang kepala sebagai simbol dari umur yang panjang
- Sementara dahu dan jenggot (naga) adalah lambang kekuatan, kepemimpinan
Warna-warna Barongsai juga unik dan memiliki makna. Semisal warna kuning yang berarti melambangkan bumi sebagai pusat. Hijau sebagai lambang kayu (arah timur), putih melambangkan logam (arah barat), hitam berarti air (sisi utara) dan merah melambangkan api (selatan).
Pada tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada tanggal 1 Februari 2022. Dalam filosofi China, tahun baru ini adalah tahun Macan Air. Shio Macan Air memberi makna agresif, kekuatan, keberanian dan sifat kepemimpinan. Sementara pengaruh Air berarti kekayaan, dan kemakmuran.
Baca Juga
-
4 Zodiak yang Gampang Baper dan Cepat Menangis, Siapa Saja Mereka?
-
Kamu Susah Move On dari Mantan? Bisa Jadi Ini Alasannya
-
Benarkah Kesehatan Mental Bisa Terganggu Akibat Candu Media Sosial?
-
Cara Mengatasi Deadlock saat Menulis, Simak Tips Berikut Ini!
-
5 Tips agar Cerpenmu Dimuat di Koran dan Media Online
Artikel Terkait
News
-
Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya
-
Bantuan IPB University dan ARM HA-IPB Tiba di Labuan Bajo, Ribuan Paket Pangan Siap Disalurkan
-
FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
Terkini
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca