Sikap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama di Solo ini pantas mendapat acungan jempol. Masjid Al Hikmah yang berada di Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Surakarta bersebelahan langsung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan di Jl. Gatot Subroto.
Sejak dulu, umat kedua tempat ibadah tersebut selalu rukun dan kerukunan ini sering terwujud dalam setiap waktu. Misalnya pada hari Jumat 15 April 2022 kemarin, GKJ Joyodiningratan menggelar acara misa bersama dalam rangka perayaan Paskah. Misa ini diadakan sebanyak dua sesi, pukul 16:00 WIB dan 18:00 WIB.
Dalam waktu bersamaan, jamaah Masjid Al Hikmah memiliki agenda keagamaan lain yaitu buka puasa bersama, salat tarawih, dan tadarus. Semua merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di Bulan Ramadhan.
Kendati sama-sama menggelar ritual keagamaan di waktu yang berbarengan, hal ini tidak menimbulkan masalah besar di antara kedua pihak. Menurut info dari Solopos, justru mereka saling memberi hormat dan lebih mengutamakan persatuan.
Tidak Memakai Toa dan Kerja Bakti Bersama
Sikap tenggang rasa ditunjukkan oleh pengurus Masjid Al Hikmah dengan cara tidak memakai toa saat melaksanaan ibadah salah tarawih dan tadarus. Pada hari-hari biasa, semua kegiatan ini selalu mengudara melalui pengeras suara tersebut.
Namun khusus untuk Hari Paskah dan ketika GKJ Joyodiningratan sedang menggelar misa, penggunaan toa ditiadakan. Sedangkan kegiatan salat tarawih dan tadarus atau membaca Alquran sendiri, tetap berjalan seperti biasa dan hanya memakai speaker ruang saja.
Bukan itu saja, sebelum memasuki Bulan Ramadhan, pengurus GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah juga menyempatkan melakukan acara kerja bakti bersama.
Selalu Berkoordinasi
Pendeta Nunung Istining Hyang yang jadi pemimpin Misa Paskah pada 16:00 WIB mengungkapkan, selama ini warga sekitar sudah terbiasa melaksanakan ibadah secara bersamaan. Semua fokus pada kepercayaan masing-masing dan tidak ada yang merasa terganggu.
Pada sisi yang lain, pengurus dari Masjid Al Hikmah dan GKJ Joyodiningratan rajin melakukan koordinasi. Terutama sekali menjelang hari raya keagamaan, karena tidak jarang pula mereka sama-sama menggunakan jalan umum di depan masjid dan geraja.
Ketua Takmir Masjid Al Hik,ah, Nssir Abu Bakar ikut memberi penjelasan senada. Beliau menceritakan tradisi saling menghomati antar umat beragama adalah warisan dari generasi sebelumnya, baik dari jemaat GKJ Joyodiningratan dan jamaah Masjid Al Hikmah. Budaya ini terus berlangsung sampai sekarang.
Tag
Baca Juga
-
Inilah 7 Bahan Alami Terbaik dan Aman untuk Membersihkan Karang Gigi
-
Lakukan 3 Tips Penting Ini Jika Ingin Bisa Lebih Cepat Tidur dengan Pulas
-
8 Makanan Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol dan Mencegah Sakit Jantung
-
4 Cara Cerdas Menikmati Hidangan Dessert Tanpa Takut Tubuh Jadi Gemuk
-
5 Bagian Tubuh Ini Sering Jadi Timbunan Lemak dan Tips Mengatasinya
Artikel Terkait
-
Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari yang Disebut Geni Faruk Seperti Setahun Berpuasa, Benarkah?
-
Kekayaan Danilla Riyadi: Penyanyi Kondang yang Pilih Menikah Sederhana di KUA
-
Profil Satryo Rizqi Ramadhan: Suami Danilla Riyadi Punya Pendidikan Mentereng
-
Keluarga Besar Jokowi Kumpul di Solo Hari Kedua Lebaran, Gibran Sempat Tampung Aspirasi Warga
-
Iqbaal Ramadhan Napak Tilas ke Sekolah SD, Teringat Saat Jadi Korban Bully
News
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
Terkini
-
Ulasan Manga Sesame Salt and Pudding: Potret Romantis Pernikahan Beda Usia
-
Ulasan Novel Notes from Underground: Memahami Pemikiran Eksistensialis
-
Review Film Pabrik Gula: Teror dengan Kombinasi Kocak yang Seru Banget!
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!