"Very Dangerous Things" adalah novel Young Adult bergenre whodunit yang dikemas dengan atmosfer dark academia dan ketegangan ala detektif klasik. Berlatar di J. Everett High, sebuah sekolah kriminologi elit, cerita dimulai sebagai permainan tahunan "Grand Game", di mana para siswa diuji kemampuannya untuk memecahkan misteri pembunuhan fiktif.
Namun, ilusi segera berubah menjadi kenyataan ketika korban simulasi ditemukan tewas sungguhan, mengubah kompetisi menjadi penyelidikan mematikan dan memaksa para protagonis menjadi detektif amatir dalam bahaya yang nyata.
Xavier Torres, siswa yang dipilih sebagai "korban" tiba-tiba benar-benar mati di rumah kaca dan racun di tubuhnya bukan bagian dari skenario. Sosok Dulce Castillo, penggemar berat kasus Lord Wimsey, awalnya fokus untuk menang, namun tragedi ini menyibakkan tragedi yang harus ia hadapi bersama Sierra Fox, mantan sahabat dan mantan kekasih Xavier yang tiba-tiba menjadi tersangka utama.
Dulce adalah sosok yang cerdas, penuh observasi, dan cinta berat pada misteri. Kemampuannya menganalisis perilaku dan jejak kecil di sekitar membuatnya meyakinkan sebagai sleuth amatir. Tekanan moral dan persaingan masa lalu dengan Sierra memperkaya dimensi emosional karakternya, ia tidak sekadar memecahkan kasus, tapi juga harus menaklukkan bayang-bayang rasa bersalah atas kematian ibunya, yang memutuskan hubungan persahabatannya dengan Sierra.
Sierra Fox tampak dalam situasi sulit setelah putus dengan Xavier, ia dituduh membunuhnya, dan kini berharap hanya Dulce yang sanggup membuktikan ketidakbersalahannya. Hubungan Dulce dan Sierra retak sejak kematian tragis ibu Dulce, peristiwa yang membayangi setiap sikap Dulce terhadap Sierra setelahnya. Meskipun awalnya menolak, Dulce pada akhirnya melunak, menerima permintaan Sierra, dan memulai investigasi untuk membersihkan nama sahabat lamanya.
Lauren Muñoz berhasil menciptakan atmosfer yang mendebarkan dengan setting sekolah kriminologi yang sarat tradisi, sejarah, dan rahasia gelap. Setting dark academia, sekumpulan siswa ambisius dengan rasa ingin tahu tinggi, suasana kompetitif, institusi bersejarah semua membentuk tatapan visual dan psikologi cerita yang kuat. Bayangan dewa permainan detektif klasik dan nuansa ruang-ruang tua meningkatkan tensi dan rasa curiga di setiap sudut cerita.
Cerita diolah melalui perspektif Dulce, kadang dalam sudut pandang orang pertama, kadang diselingi tiga sudut pandang lain atau kilas balik. Hal ini menambah kerumitan narasi dan memberikan pembaca potongan informasi secara dramatis, sehingga terlibat aktif merangkai teka-teki. Teknik ini memberi keleluasaan untuk menerka-nerka dan merasakan ironisnya membaca informasi yang tidak diketahui oleh tokoh.
Di awal, pacing ceritanya cenderung melambat, membangun suasana dan ketegangan sebelum penghancur misteri lambat laun memuncak. Namun begitu kematian Xavier terjadi, cerita menjadi semakin tergesa-gesa dan intens, dengan susunan petunjuk dan penderitaannya yang terus bergeser. Plot berjalan khas whodunit, ada red herrings, kelompok tersangka yang beragam membuat kejutan-kejutan tetap terasa memuaskan dan menegangkan.
Meski ringan, novel ini punya lapisan emosional yang dalam akan penyesalan, rasa bersalah, persahabatan retak, dan pencarian jati diri. Tema seperti berpaut pada identitas dan kepercayaan ditangani dengan hati-hati dan penuh kompleksitas. Dulce bukan sekadar otak detektif tetapi ia juga tokoh yang bertumbuh, menemukan kembali dirinya, dan merekonstruksi kepercayaan yang telah patah.
Secara keseluruhan, "Very Dangerous Things" adalah novel yang memikat dan cerdas, dengan protagonis yang kuat, setting dark academia khas, serta misteri yang segar dan twist yang memuaskan. Lauren Muñoz menampilkan kombinasi kuat antara suspense, emosi mendalam, dan sensasi detektif klasik modern. Dengan kelemahan minor pada pacing awal dan kedalaman karakter pendukung, novel ini tetap patut dibaca, terutama bagi pembaca yang menikmati teka-teki psikologis dan atmosfir sekolah penuh kecurigaan.
Identitas Buku
Judul: Very Dangerous Things
Penulis: Lauren Munoz
Penerbit: G.P. Putnam's Sons Books for Young Readers
Tanggal Terbit: 29 Juli 2025
Tebal: 352 Halaman
Baca Juga
-
Novel Hardem Rhapsody, Dilema Kelas dan Warna Kulit dalam Dinamika Sosial
-
Ulasan Novel The Davenports, Kejayaan Pengusaha Kulit Hitam di Amerika
-
Membedah Obsesi Manusia dalam Novel Annie Bot Karya Sierra Greer
-
Ulasan Buku Kios Pasar Sore, Potret Keseharian yang Sering Terlupakan
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Komet: Hati-Hati Menaruh Kepercayaan pada Manusia
-
Review Novel Bungkam Suara: Kritik Sosial yang Terbungkus Rapi dalam Fiksi
-
Ulasan NovelA Terribly Nasty Business: Misteri Pembunuhan di Balik Lamaran
-
Ulasan Novel The Good Boy: Petualangan Ajaib Genie dalam Menemukan Cintanya
-
Cara Nonton Pengepungan di Bukit Duri, Film Thriller Joko Anwar Penuh Aksi!
Ulasan
-
Dekonstruksi Sosok Priyayi Jawa dalam Mahakarya Umar Kayam: Dari Sastrodarsono hingga Lantip
-
Analisis Karakter Animal Farm: Saat Babi Berkuasa dan Relevansinya dengan Politik Modern
-
Review Novel Perfect Illusion: Saat Cinta Menjadi Bayangan Semu
-
Refleksi Prapaskah: Menyelami Arti Kekudusan dari The Hole in Our Holiness
-
Film Papa Zola The Movie: Tawa Absurd dengan Sentuhan Realita