La’eeb, maskot resmi Piala Dunia 2022 sukses merebut hati para netizen internasional. Tak hanya bagi para pecinta bola namun, juga bagi non-fans.
La’eeb adalah maskot resmi FIFA World Cup Qatar 2022. La’eeb telah diresmikan sebagai maskot Piala Dunia Qatar 2022 pada 1 April lalu di Doha, Qatar.
Sebelum mengenal lebih jauh tentang La’eeb, pada Piala Dunia Rusia 2018 ada Zabivaka, serigala berkacamata. Kemudian pada Piala Dunia Brazil 2014 ada Fuleco, divisualkan dengan hewan armadillo.
Zakumi, macan tutul berambut hijau adalah maskot Piala Dunia Afrika Selatan 2010, dan Goleo VI and Pille, maskot berbentuk singa untuk Piala Dunia Jerman 2006.
BACA JUGA: Argentina Akhirnya Menang Di Piala Dunia 2022, Ribuan Warga Buenos Aires Berpesta
Jika pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, maskot Piala Dunia didominasi oleh bentuk hewan, kali ini maskot Piala Dunia 2022, La'eeb melambangkan bentuk sorban putih khas bangsa Arab.
Melalui laman FIFA, dijelaskan bahwa maskot Piala Dunia 2022, La’eeb berasal dari kata Arab yang memiliki arti pemain yang sangat berbakat. La’eeb digambarkan sebagai maskot yang cinta petualangan, menyenangkan, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Untuk menarik perhatian banyak orang, Qatar membuat sebuah mini series tentang La’eeb ‘La'eeb™ from Mascot-verse’ yang dibagikan melalui saluran YouTube Qatar2022.
Lewat video tersebut, mereka mengungkapkan bahwa La’eeb memiliki kekuatan untuk menuju ke dunia paralel. La’eeb juga mendukung semua orang untuk menyebarkan cinta dan menjadi diri sendiri.
Terdapat total 3 episode yang telah dirilis untuk mini series ‘La'eeb™ from Mascot-verse’. Bagi kalian yang penasaran dengan cerita lengkap tentang La’eeb, bisa tonton video di bawah ini ya.
Kata Netizen Tentang La’eeb, Maskot Piala Dunia Qatar 2022
La’eeb berhasil mencuri perhatian netizen sejak acara pembukaan Piala Dunia Qatar 2022 pada 20 November lalu. Sebuah giant La’eeb, dimunculkan ketika penampilan Jungkook BTS dan Fahad Al Kubaisi menyanyikan lagu ‘Dreamers’.
BACA JUGA: Hasil Argentina Vs Meksiko Piala Dunia 2022: Menang 2-0, Asa Tim Tanggo Lolos 16 Besar Terbuka Lebar
Tak hanya pada menjadi perbincangan di acara pembukaan Piala Dunia 2022 namun, La’eeb terus dibicarakan hingga kini karena kelucuannya.
Seperti pada cuitan yang dibagikan melalui akun menfess @tanyakanrl di Twitter, netizen berbondong-bondong mengomentari La’eeb yang dianggap sangat menggemaskan.
“Maskot pildun terlucu,” komen salah satu netizen dalam cuitan tersebut.
“Simple tapi gemes poll,” timpal lainnya.
“La'eeb gemoy sekali dirimu” imbuh netizen lainnya.
“Sampe aku jadiin wallpaper saking lutunaaa,” respon netizen.
Beberapa netizen juga mengaku melihat kesamaan secara sekilas antara La’eeb dan beberapa karakter lainnya.
“Kok kayak wajahnya tayo kereta,” ungkap salah satu netizen.
“Perasaan lebih mirip casper,” ujar netizen lainnya.
“Makin diliat liat ternyata ni maskot mirip apa nusa rara,” tulis lainnya.
Kalau menurut kalian gimana, nih dengan maskot menggemaskan yang satu ini?
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Drama Korea 'Love Next Door' Sukses Cetak Rekor Rating Baru di Episode 6
-
Kejutkan Penggemar, Hyunhee VVUP Hengkang dari Grup karena Masalah Kesehatan
-
NOWADAYS Resmi Comeback dengan Merilis Video Musik 'Why Not?'
-
Lee Minhyuk BTOB akan Gelar Fan Meeting untuk Pertama Kalinya
-
Geram Keluarga Ikut Diserang, V dan Jungkook BTS Gugat YouTuber Sojang
Artikel Terkait
News
-
Bukan Konten Joget, 4 Bocah Ini Pilih Bersihkan Selokan hingga Dijuluki Pandawara Cilik
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
Terkini
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri