Pada hari Minggu (8/1/2023) Pangeran Harry melakukan sesi wawancara yang dilakukan oleh Tom Bradby dari ITV yang mengupas beberapa hal yang ia tuangkan dalam buku memoar "Spare" seperti yang dilansir dari People.
Salah satu hal yang dibahas dalam wawancara tersebut adalah perihal bukti kecelakaan yang menewaskan ibunya Princess Diana pada tahun 1997 silam.
"I saw the photographs of the reflection of all the paparazzi in the window at the same time, I saw the back of her blonde hair, you know, slumped on the back of the seat. (Saya melihat foto-foto refleksi dari semua paparazzi di jendela pada saat yang sama, saya melihat bagian belakang rambut pirangnya, Anda tahu, merosot di kursi belakang)," terang Duke of Sussex saat wawancara tersebut.
BACA JUGA: Refly Harun Angkat Bicara soal Debat Jumhur Hidayat, Ingatkan Perppu Cipta Kerja Itu Serius
Ia katakan bahwa foto-foto yang berasal dari file rahasia pemerintah tersebut menunjukan foto ibunya yang tewas dalam mobil.
Lebih lanjut Pangeran Harry menuturkan bahwa ia ingat saat sang ayah Raja Charles pertama kali memberitahu perihal kecelakaan yang menimpa ibunya tersebut.
"Darling boy, mummy's been in a car crash. (Anakku sayang, Ibu mengalami kecelakaan mobil)," kata Raja Charles yang duduk di tempat tidurnya di Kastil Balmoral di Skotlandia.
BACA JUGA: 5 Fakta Kehidupan Tiko, Sosok yang Rawat Ibu Penyandang ODGJ Selama Belasan Tahun
Pangeran Harry menuturkan ia masih menunggu kelanjutan percakapan ayahnya yang ia harapkan bahwa ibunya tersebut masih dalam kondisi yang baik-baik saja, namun sayangnya gagal, Princess Diana atau juga dikenal sebagai Lady Diana harus tewas dalam kecelakaan tersebut.
Kecelakaan yang menimpa ibunya tersebut sempat membuat Pangeran Harry trauma melewati terowongan. Saat menghadiri semifinal Piala Dunia Rugby 2007 di Paris, Harry yang saat itu berusia 23 tahun melewati terowongan yang sama tempat ibunya meninggal 10 tahun sebelumnya.
Duke of Sussex itu mengatakan ia selalu membayangkan terowongan itu sebagai lorong berbahaya, walau pada kenyataannya itu hanyalah sebuah terowongan pendek biasa pada umumnya.
Kisah yang dibagikan Pangeran Harry mengenai hidupnya saat menjadi anggota kerajaan tersebut ia tuangkan dalam sebuah memoar. Seperti yang diketahui bahwa Pangeran Harry membuat sebuah buku memoar "Spare" yang akan segera rilis tanggal 10 Januari 2023.
Sebelumnya Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle juga membuat film dokumenter berjudul Harry & Meghan yang tayang di Netflix, sayangnya film tersebut mendapatkan banyak ulasan buruk dari para kritikus film. Lalu apa kalian tertarik untuk membaca buku dan menonton film Pangeran Harry tersebut?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20
Artikel Terkait
-
Pangeran Harry Sempat Konsumsi di Usia 12 Tahun, Alasan Di Baliknya Pilu Banget
-
Imbas Pengakuan Pangeran Harry Bunuh 25 Orang di Afghanistan, Bisa Picu Aksi Balas Dendam dari Taliban?
-
Pangeran Harry Sebut Raja Charles Cemburu Dengan Meghan Markle, Ada Apa?
-
Pangeran Harry Curhat, Sang Ayah Tak Memeluknya Usai Putri Diana Meninggal
-
Pangeran Harry Curhat Ada Pihak yang Melarangnya Bertemu Ratu Elizabeh
News
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
Terkini
-
Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri
-
Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah