Polda Metro Jaya baru saja melakukan rekonstruksi ulang penyebab kecelakaan Muhammad Hasya Atallah Saputra pada Kamis (2/2/23). Dalam reka ulang tersebut, terlihat 9 adegan yang menjadi penyebab kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tersebut.
Seperti yang diketahui, Hasya tewas pada 6 Oktober 2022 setelah tertabrak oleh Mitsubishi Pajero Sport yang dikendarai eks Kapolsek Cilincing, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. Berikut 4 fakta dari reka ulang kejadian kecelakaan maut ini, sebagaimana dirangkum dari Suara.com.
1. Hadirnya AKBP (purn) Eko Setia Setia Budi Wahono
BACA JUGA: Pak RT Rumah Tiko Terkejut dengan Sikap Ibu Eny, Ungkap Dulu Tidak Pernah Begini
Rekonstruksi ulang ini dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan dan menjawab kepastian hukum. Karena meski menjadi korban, Hasya juga ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut laporan Suara.com, pengemudi dari Mitsubishi Pajero Sport, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono juga hadir langsung dalam rekonstruksi ulang hingga detik-detik jatuhnya sepeda motor korban. Rekronstruksi ini melibatkan 1 Unit Sepeda Motor dan 1 Unit Mobil Pajero Sport.
2. Kecepatan Mobil Saat itu Hanya 30 KM/Jam
Menurut reka ulang yang dilakukan, saat Muhammad Hasya Atallah Saputra melaju di belakang motor NMax merah, mobil Pajero Sport melaju dari arah berlawanan. Namun, mobil tidak dalam kondisi ngebut, melainkan hanya berkecepatan 30 KM/Jam.
3. Peranti 3D laser scanner
Menurut Antara, Polda Metro Jaya menggunakan scanner tiga dimensi berteknologi laser dalam adegan ini, sehingga, rekonstruksi ini memiliki akurasi maksimal. Scanner ini merekam berdasarkan perhitungan fisika dan matematika dengan tingkat kesalahan 0,025 persen.
Sedangkan cara kerja alat ini adalah menurut benda mati di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Jadi, mengedepankan bukan kesaksian saksi, akan tetapi berdasarkan kerusakan mobil, kerusakan motor, jejak di jalanan, bangunan," ungkap Kombes Pol Dodi Darjanto.
BACA JUGA: Paspor Bunda Corla Tak Sengaja Terintip, Netizen Bikin Nikita Mirzani Kicep
4. Korban Tidak Dievakuasi ke Rumah Sakit
Dilansir Suara.com, dalam reka ulang adegan yang dilakukan, tidak ada bagian di mana pengemudi mengevakuasi korban ke rumah sakit. Hal ini membuat keluarga Hasya melaporkan kelalaian Eko Setio Budi Wahono atas dugaan pembiaran ini hingga mengakibatkan korban meninggal di tempat.
Demikian 4 fakta di balik rekonstruksi ulang kecelakaan maut yang menewaskan, Hasya, mahasiswa UI.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Dugaan Polisi Peras Polisi di Polda Metro Jaya, ISESS: Harus Ditindak Sesuai Hukum Pidana!
-
Anggota Provos Polsek Jatinegara Diperas Penyidik Polda Metro Jaya, Kompolnas Minta Kapolda Lakukan Sidak
-
Polda Metro Jaya Klaim Dalami Laporan Keluarga Mahasiswa UI Hasya Atallah Tekait Dugaan Pembiaran AKBP Purn Eko
-
Haters Pengancam Gorok Leher Rizky Billar Berujung Pelukan Damai
-
Curi Laptop Penumpang di Stasiun Manggarai, Seorang Pria Langsung Diboyong ke Polda Metro Jaya
News
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru