Tiga belas kota di Tiongkok bagian utara yang mengelilingi ibu kota Beijing telah mengeluarkan peringatan bahaya polusi selama beberapa hari terakhir.
Peringatan bahaya polusi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa pemulihan industri di wilayah-wilayah tersebut justru menjadi penyebab meningkatnya tingkat kabut asap.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Akhiri Hidup di Penjara karena Takut Jatuh Miskin, Benarkah?
Mengutip dari Reuters, Pusat Penelitian Gabungan Nasional untuk Mengatasi Masalah Utama dalam Pengendalian Polusi Udara (NJRC) melaporkan bahwa 13 kota di Tiongkok telah mengeluarkan peringatan polusi berat kategori oranye (tidak sehat) pada Minggu lalu, menjadi peringatan bahaya polusi tertinggi kedua.
Kualitas udara di wilayah yang biasanya rawan kabut asap seperti Beijing, Tianjin, dan Hebei telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir sebagai hasil dari janji "perang melawan polusi" sejak 2014, meski telah melibatkan penutupan dan relokasi pabrik industri serta peningkatan standar emisi.
NJRC mengatakan lonjakan baru-baru ini didorong oleh peningkatan aktivitas industri seperti pabrik baja dan semen yang sedang beroperasi pada tingkat yang lebih tinggi, serta lalu lintas truk diesel yang juga meningkat. Diperkirakan kabut asap akan bertahan hingga 10 Maret 2023.
Tiongkok telah berusaha untuk menghidupkan kembali ekonominya sejak mencabut pembatasan ketat COVID-19 pada akhir tahun lalu, namun hal tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa polusi di Tiongkok bisa saja dibiarkan meningkat.
Kategori oranye pada indeks kualitas udara (AQI) diklasifikasikan sebagai polusi berat dengan skor di atas 200. Hal tersebut biasanya memicu penutupan industri atau pengurangan produksi di bawah peraturan pemerintah Tiongkok.
Meskipun Beijing belum mengeluarkan peringatan, indeks kualitas udaranya telah mencapai skor 230 pada Minggu malam lalu dan skornya naik di atas 200 lagi pada Senin lalu.
BACA JUGA: Peringatan Sejarah Hari Perempuan Internasional setiap Tanggal 8 Maret
Berdasarkan pantauan indeks kualitas udara di IQAir pada Selasa (7/3/2023) pukul 13.14 WIB, Kota Tianjin menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di Tiongkok dengan skor AQI 324 (masuk ke dalam kategori berbahaya). Beberapa wilayah lainnya di Tiongkok yang masuk ke dalam kategori AQI “sangat tidak sehat” antara lain:
1. Hangu, Tianjin dengan skor 296.
2. Liangxiang, Beijing dengan skor 239.
3. Beijing, Beijing dengan skor 230.
4. Linxi, Hebei dan Mentougou, Beijing dengan skor 223.
5. Tangshan, Hebei dengan skor 222.
Baca Juga
-
3 Rekomendasi Website Kumpulan Sound Effect untuk Bahan Edit Video Lucu
-
Mengunjungi Murame Buaran, Restoran Masakan Jepang dengan Harga Terjangkau
-
Negaranya Dituduh Kanibal, PM Papua Nugini Kesal atas Ucapan Joe Biden
-
PVMBG Minta Evakuasi Masyarakat yang Ada di Radius 6 km dari Gunung Ruang
-
Rekan Setim Juara MotoGP AS 2024, Aleix Espargaro Apresiasi Vinales dan Aprilia
Artikel Terkait
-
Jakarta Ditinggal Warganya Mudik, Bagaimana Kualitas Udara H+2 Lebaran?
-
Jakarta Bernapas Lega: Kualitas Udara Membaik di Hari Lebaran! Kota Lain Bagaimana?
-
Sinopsis Drama Shine on Me, Drama Romantis yang Dibintangi Zhao Jin Mai
-
Sinopsis Drama My Girl: Pertemuan Tak Sengaja yang Berujung Hubungan Palsu
-
Taiwan Siaga Tinggi: China Gelar Latihan Militer Besar-besaran, AS Dituding Jadi Pemicu
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?