Sholat Tarawih merupakan rangkaian ibadah amaliah yang identik dengan bulan Ramadhan. Para ulama sependapat bahwa Sholat Tarawih sangat dianjurkan untuk ditegakkan di malam-malam bulan Ramadhan.
Jika siang hari aktivitas umat muslim disibukkan dengan berpuasa, maka malam harinya mereka meraih rida Allah dengan melaksanakan Sholat Tarawih. Umat muslim dianjurkan untuk menjalani ibadah bulan Ramadhan dengan ikhlas dan penuh keimanan, maka ia akan mendapat ampunan Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat di masa lalu.
Usai menunaikan Sholat Tarawih berjamaah, baik di masjid atau pun di musala, dianjurkan untuk melanjutkan membaca doa. Doa ini dibaca setelah merampungkan Sholat Tarawih dua puluh rakaat dan sebelum berdiri kembali untuk meneruskan dengan Sholat Witir.
Doa selepas Sholat Tarawih ini dikenal pula dengan sebutan Doa Kamilin. Nama "kamilin" berasal dari redaksi pembuka yang terdapat dalam doa ini. Kamilin adalah bentuk kata jamak dari kamil yang artinya sempurna. Oleh karena itu, doa ini bertujuan untuk memohon kepada Allah agar kita senantiasa terbentuk menjadi pribadi-pribadi yang sempurna (kamilin) dalam hal keimanan.
Isi Doa Kamilin ini cukup lengkap. Di dalamnya sudah terdiri dari kepentingan duniawi dan ukhrawi, kenikmatan, kemuliaan, kerbekahan, meminta agar diterima amalnya, dan lain sebagainya. Doa yang hampir dibaca oleh umat Islam secara istikamah setelah Sholat Tarawih ini, telah tercantum dalam kitab-kitab doa ulama Nusantara. Di antaranya di dalam kitab Majmu‘ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu‘iyyah karya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Muhammad bin Abdullah Faqih (rahimahullah).
Lafal doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah Sholat Tarawih tersebut, sebagai dilansir dari laman NU:
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn.
Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman.
Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad).
Yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Itulah lafal bacaan doa setelah Sholat Tarawih beserta artinya. Semoga Allah mengabulkan setiap doa kita serta menerima semua amal ibadah kita.
Baca Juga
-
Godlob Karya Danarto: Menjelajah Dunia Tak Masuk Akal yang Terasa Nyata
-
Daftar HP Xiaomi 'Paling Ngebut' Tahun 2026: Snapdragon 8 Elite Gen 5 Jadi Kunci!
-
Bukan Sekadar Wayang: Wisanggeni dan Gugatan atas Kekuasaan
-
Motor Fantastis BGN vs Gaji Guru: Skala Prioritas atau Cuma Mau Flexing Fasilitas?
-
4 Rekomendasi Tablet Murah 2026 yang Cocok untuk Multitasking, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Artikel Terkait
-
Simak Perbedaan Hisab dan Rukyat, Dua Metode untuk Tentukan Awal Ramadhan
-
Marhaban Ya Ramadhan, Ini 25 Ucapan Sambut Ramadan yang Bisa Dibagikan pada Keluarga
-
Benarkah Mimpi Basah Saat Ramadhan Batalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
-
Jelang Ramadhan 2023, Diskop UKMPP Sumedang Klaim Stok Sembako Aman Selama Bulan Puasa
-
Puasa Sangat Berguna Untuk Tubuh Salah Satunya Menyehatkan Jantung
News
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
STY Hadir! Intip Keseruan Pacuan Kuda Triple Crown 2026 di Jogja Bareng 12 Ribu Penonton
-
Yoursay Class: Tak Sekadar Curhat, Ini Cara Menulis Opini Personal yang Relatable dan Berdampak
-
Soleh Solihun Akhirnya Kasih Standing Ovation untuk 2 Peserta Indonesian Idol
-
Kaget Pas Lagi Jalan? Drama Baliho "Aku Harus Mati" yang Berujung Turun Panggung
Terkini
-
Sinopsis House of Grace, Drama Thailand Terbaru Kiatipoom Banluechairit
-
Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo
-
Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!
-
Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?
-
Perpustakaan Tubuh yang Diam-Diam Membusuk