Menengok persoalan sampah yang semakin hari semakin mengotori bumi, hendaknya membuat kita sadar akan pentingnya menjaga lingkungan lewat gaya hidup yang lebih baik.
Kali ini Yoursay.id bersama Nurie Lubis dan komunitas Belajarzerowaste_id mengadakan sesi live streaming di Instagram pada hari Senin (5/6/2023). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi informasi pada publik tentang gaya hidup zero waste.
Apa itu gaya hidup zero waste?
Secara bahasa zero waste adalah gaya hidup nihil sampah, tapi dalam praktiknya kegiatan tersebut lebih kepada mengurangi adanya limbah melalui perilaku sehari-hari dengan tujuan menjaga lingkungan agar tetap lestari.
Awal mula mengenal zero waste
Nurie menjelaskan awal mula ia mengenal gaya hidup zero waste ini pada tahun 2017 ketika baru saja melahirkan anak keduanya.
"Di situ kan ada banyak printilan seperti tisu basah, saya berpikir ini bisa hancur nggak ya? End up-nya gimana," ungkap Nurie.
Melihat begitu banyak barang sekali pakai yang menumpuk menjadi sampah, hati Nurie lantas tergerak untuk berbuat sesuatu. Dari situ lah dia mulai mengenal gaya hidup zero waste ini.
Tentang Belajarzerowaste_id
Tidak jauh berbeda dengan Nurie, komunitas Belajarzerowaste_id ini juga berawal dari keresahan founder-nya terhadap betapa banyaknya sampah yang ada di lingkungan sekitar mereka.
Kemudian mereka mengajak masyarakat untuk belajar cara mencegah, memilah, serta mengolah sampah yang tepat. Target utamanya adalah ibu rumah tangga, mengingat sebagian besar sampah berasal dari limbah rumah tangga.
Dalam Belajarzerowaste_id kita bisa mengikuti kelas gaya hidup ramah lingkungan, food product, serta kegiatan sharing knowledge dengan komunitas lain tentang pentingnya mengelola sampah dengan benar.
Bagaimana memulai gaya hidup zero waste?
Memulai gaya hidup zero waste susah-susah gampang. Sebelum bertindak, yang penting harus ada niat terlebih dahulu.
"Mungkin bisa dimulai dari niat dulu, ya," jawab Nurie ketika ditanya bagaimana kita mengawali gaya hidup zero waste, niat dan kesadaran diri menjadi pondasi penting.
Setelah terpupuk niat, kemudian bisa dilanjutkan dengan tindakan mencegah, seperti memakai tas sebagai ganti kantong plastik, lap kain sebagai ganti tisu, serta mengurangi menggunakan layanan pesan antar makanan.
Tahap selanjutnya adalah memilah, pisahkan sampah yang sekiranya bisa diolah kembali dan tidak. Lalu masuk ke tahap pengolahan, sampah seperti botol atau kaleng bisa diolah lagi menjadi pot bunga, sampah sisa makanan bisa digunakan untuk pakan hewan peliharaan atau kompos.
Mencari informasi tentang penyaluran sampah khusus juga penting dilakukan, misalnya obat kadaluwarsa yang termasuk dalam sampah 3B (Barang Berbahaya dan Beracun) yang bisa kita salurkan ke apotek, puskesmas, atau rumah sakit untuk mendapat penanganan khusus.
Keuntungan menerapkan zero waste
Ada banyak keuntungan jika kita menerapkan gaya hidup ini, mulai dari lingkungan yang akan lebih terjaga, penyakit menjauh karena minim sampah, serta hemat secara finansial karena kita akan berpikir dua kali untuk membeli sesuatu, khususnya yang cenderung berakhir sebagai sampah.
Dari proses-proses di atas, mindset menjadi inti yang harus dibentuk sejak awal untuk kemudian diterapkan dalam hidup. Kalau bukan kita yang merawat bumi, siapa lagi?
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
Diduga Gara-gara Bakar Sampah, Sebuah Bedeng dan Mobil Pickup Terbakar di Jakarta Timur
-
Gerakan Masyarakat Bandung Barat Atasi Persoalan Sampah Patut Diapresiasi, Hengky Kurniawan: Menjaga Kebersihan itu Penting
-
Melihat Potensi Kerusakan Lingkungan Pascakonser Coldplay di Indonesia
-
Lama Terbengkalai, Sodetan Kali di Kampung Sumur Jaktim Dipenuhi Sampah
-
Miris! Proyek Sodetan Kali di Jakarta Timur Buat Cegah Banjir Kini Jadi Pembuangan Sampah
News
-
Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?
-
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan
Terkini
-
Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan
-
Runtuhnya Kejayaan Maritim Nusantara di Novel Arus Balik
-
Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya
-
Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa
-
Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With