Telah viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan emak-emak dengan aksinya yang nekat dan berani menggerebek basecamp narkoba di kawasan bekas lokalisasi Payo Sigadung kota Jambi. Penggerebekan itu dilakukan karena merasa kecawa lantaran membiarkan sarang transaksi narkoba dibiarkan merajalela dan terkesan kinerja kepolisian tidak gercap menangani laporan dari masyarakat.
Salah satu media sosial yang membagikan video tersebut melalui akun instagram @fakta.indo. Hingga detik ini, tanggal 24 Juli 2023, pukul 19.40 Wita, video tersebut telah mendapatkan 751 ribu tayangan, 38,3 ribu like, 3.194 komentar, 2.673 kali dibagikan.
Terlihat dalam video itu, seorang emak-emak menggerebek tempat yang biasanya digunakan untuk transaksi narkoba. Emak-emak itu terlihat merasa kesal lantaran tidak gercapnya polisi bertindak, emak-emak itu juga menunjukkan barang bukti bahwa dugaannya tidak salah.
Seperti dikutip dari suara.com, diketahui ternyata para warga di sana merasa kesal atas banyaknya aksi pencurian di sekitar lokasi yang diduga dampak dari aktivitas narkoba di basecamp tersebut.
“Banyak yang kehilangan mesin air, motor, laptop di sekeliling sini. Jadi ibu-ibu ini sudah resah,” kata warga berinisial S, seperti dikutip dari suara.com, Senin (24/7/2023).
BACA JUGA: Sebut Tak Ada yang Cantik di Desa Kayangan, Mahasiswa KKN UNRAM Minta Maaf
Dirinya juga mengaku kalau sudah dua kali kecurian. Bahkan sehari sebelum penggerebekan, motornya juga dicuri orang.
Lebih lanjut keterangan dari suara.com, diketahui saat melakukan penggerebekan, menyampakan ada sekitar 20 orang tengah asyik pesta sabu. Namun, saat emak-emak itu tiba, orang-orang tersebut kocar-kacir melarikan diri.
Lantara warga sudah merasa resah melapor ke polisi namun tidak ada tindakan, emak-emak tersebut nekat melakukan penggerebekan. Usai aksi penggerebekan emak-emak itu menjadi viral, polisi baru turun tangan dan kekinian basecamp narkoba di RT 5, Rawasari, kecamatan Alam Barajo, sudah sepi setelah dipasang garis polisi.
Dengan viralnya video tersebut di media sosial, tentu tidak lepas dari komentar warganet. Tak sedikit dari mereka memuji aksi nekat emak-emak dan menyindir polisi yang tak memiliki aksi gercap menangani hal tersebut.
“Malu gak tuh sama emak-emak?,” tulis akun @hel*****.
“Mengkritik polisi dicidu gak sih (emot ketawa),” timpal yang lain.
“Mending emak-emak aja jadi polisi Konoha, jujur, terpercaya, dan lebih sangar,” komentar akun @and******.
“Kepada para polisi kalian istirahat saja di rumah, biar emak-emak yang urus kejahatan,” sentil yang lain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
News
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
-
Jelang Festival Film Purbalingga 2026, Puluhan Pemuda Desa Ikuti Pelatihan Pemutaran Film
-
Lebih dari Ruang Curhat, Persulungan Hadir sebagai Wadah Belajar dan Bertumbuh bagi Anak Sulung
-
Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan
Terkini
-
Aktor Lee Jae Wook Debut Sebagai Penyanyi Lewat Single Emosional SHADOW
-
Lenovo Legion Y900 2026: Tablet Gaming Premium dengan Layar 13 Inci 4K dan Performa Kelas Flagship
-
Manga Shoujo Dengeki Daisy Diadaptasi Anime Setelah 1 Dekade, Tayang 2027
-
Menyembuhkan Luka yang Belum Usai di Novel Restart
-
Mirip iPhone 17 Pro? Itel A200 Hadir dengan Harga Cuma Sejutaan