Beredar video di media sosial yang diketahui seorang pelajar siswa SMK yang disiram air keras oleh segerombolan pelajar dari siswa sekolah lain. Air keras tersebut mengenai wajah, leher, dan dada korban hingga melepuh.
Mengutip dari suarajakarta.id, diketahui penyiraman air keras dilakukan kepada pelajar SMK bernama Muhammad Abidzar (16), di jalan Pisangan Lama III, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa (8/8/2023) lalu.
Melalui unggahan akun instagram @kabar.jatim, Abidzar menjadi korban penyiraman air keras dari sekolah lain sekitar pukul 15.30 WIB seperti yang terekam pada kamera CCTV.
Awalnya, Abidzar bersama dengan temannya berboncengan naik motor saat hendak pulang, namun saat itu ia berpapasan dengan kelompok pelaku menaiki sekitar lima sepeda motor.
Tidak ada terjadi cekcok diantara keduanya, hingga tiba-tiba pelaku menyiramkan air keras yang sudah disiapkan menggunakan wadah botol ke wajah Abidzar.
Setelah kejadian, pelaku langsung memacu motornya melarikan diri. Sementara korban hanya dapat menahan sakit dengan memegangi bagian wajah karena kulitnya melepuh.
Kapolsek Pulogadung Kompol Andika Muslim mengatakan kalau pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk meringkus sekelompok pelaku penyiraman air keras tersebut.
BACA JUGA: Sempat Hilang, Zaira Siswi SMA N 1 Depok yang Hilang Justru Ditemukan di Bandung
“Kami masih melaksanakan penyelidikan. Mudah-mudahan secepatnya kita bisa ungkap,” kata Andika Muslim, seperti dikutip dari suarajakarta.id.
Lebih lanjut, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah antara kelompok pelaku yang mengenakan seragam sekolah tersebut saling kenal dengan korban atau tidak. Polsek Pulogading juga telah memeriksa dua saksi yang melihat kejadian tersebut.
“Untuk sementara kami lagi dalami. Masih kami dalami terkait dengan pelaku, kami masih laksanakan lidik,” ujarnya.
Aksi penyiraman air keras tersebut juga telah diunggah akun instagram @fakta.indo dan menjadi viral. Diketahui pada unggahan tersebut, pihak keluarga berharap pelaku tertangkap dan diproses secara hukum. Bahkan meminta bertanggungjawab setidaknya biaya pengobatan Abidzar.
Sontak unggahan tersebut menjadi viral dan menuai banyak komentar dari warganet.
“Hukum seberat-beratnya, pelajar jaman sekarang kelakuannya di luar nalar,” tulis akun @aki****.
“Undang-undang perlindungan anak harusnya berlaku untuk korban bukan untuk pelaku,” timpal yang lain.
“Ngeri ya masih pelajar udah bejat aja kelakuannya melebihi hewan,” sentil yang lainnya.
“Ini harus ditindak dan tidak boleh ada video permohonan maaf dari pelaku, dan untuk yang lainnya diharapkan selalu menggunakan helm agar lebih aman,” tulis netizen lain di kolom komentar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Pasca Mediasi dengan PT Bali Tower di Kemenko Polhukam, Ayah Sultan Rif'at Belum Mau Cabut Laporan Polisi
-
Sempat Hilang, Zaira Siswi SMA N 1 Depok yang Hilang Justru Ditemukan di Bandung
-
Siswa SMP di Tanjung Priok Dikeroyok dan Motor Dirampas, 2 Gadis Remaja yang Diduga Jebak Korban Kenalan di FB Ditangkap
News
-
Festival Momaya 2026 Tandai Berakhirnya Pengabdian KKN-PPM UGM di Kecamatan Biluhu
-
PK Bapas Luwuk Ikuti Sidang TPP di Rutan Poso, Bahas Pembinaan 19 WBP
-
Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati
-
BERDAYA UPN Veteran Jakarta: Membekali Anak Bantargebang Membayangkan Masa Depan
-
Mengenal Kind Pace, Ruang bagi Perempuan untuk Berlari dan Saling Terhubung
Terkini
-
Review Film Don't Say Good Luck: Kisah Remaja, Harapan, dan Teater Musikal
-
Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik
-
5 Bahan Makanan yang Beracun Jika Tidak Diolah Benar, Termasuk Kimpul?
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'