Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru kembali digelar oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang dibuka pada hari senin (14/08/2023). Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari di lapangan hijau kampus Buluran Universitas Jambi.
Tenda merah putih menambah kemeriahan kegiatan PKKMB ini yang diikuti oleh enam ratus dua belas orang mahasiswa yang terdiri dari lima Program Studi diantaranya Kedokteran, Psikologi, Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Farmasi.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A memberikan sambutan melalui tayangan video yang diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa baru yang ada di Indonesia.
Melalui sambutannya tersebut, Menteri berpesan kepada mahasiswa untuk dapat memiliki kompetensi dan karakter penunjang. Beberapa diantaranya yaitu kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kreativitas serta problem solving karena Perguruan Tinggi sebagai jenjang pendidikan formal terakhir dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam kehidupan nyata sehingga perlu kemampuan.
Kemendikbud Ristek telah menghadirkan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka atau dikenal dengan MBKM yang merupakan terobosan dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus agar bisa memperkaya pengetahuan dan pengalamannya. Beberapa program yang dapat mahasiswa pilih adalah magang di perusahaan multinasional, mengajar di sekolah, membangun desa, mengerjakan project riset dan wirausaha serta pertukaran mahasiswa di dalam dan di luar negeri.
Lebih lanjut Nadiem Anwar Makarim menyebutkan, saat ini MBKM menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa Indonesia. Terlihat dari jumlah pesertanya yang terus meningkat dan sudah mencapai 470.000 mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara.
“Adik-adik semua tentunya tidak ingin ketinggalan, terlibat dalam kegiatan yang luar biasa massif ini. Oleh sebab itu, Saya ucapkan selamat datang di dunia kampus, selamat menjalani babak baru dalam perjalanan pendidikan, babak yang akan sangat menentukan masa depan diri sendiri dan hari esok bangsa kita. Manfaatkan waktu dan kesempatan sebagai mahasiswa dengan sebaik mungkin, belajar sebaik-baiknya di kelas, ikuti kegiatan untuk mengasah potensi dan bakat serta jangan ragu mengambil resiko dan mengenal hal-hal baru. Semangat untuk mengembangkan diri, bergabunglah bersama kami, bergerak serentak, mewujudkan merdeka belajar kampus merdeka”, ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Pameran Produk Mahasiswa
Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pameran produk kewirausahaan mahasiswa yang telah memiliki beragam prestasi tingkat Universitas maupun nasional. Beberapa produk mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini diantaranya Ega bismit, Akenas memproduksi arang briket, Temen singkatan dari tahi tea meniran, Khunca Mask produksi masker wajah, Adler Leathergoods berupa kerajinan kulit, Coxellascarves memproduksi jilbab motif budaya jambi, Krimuzz, Boug N Tea, Paris Chips, Happy Healthy, Stikacoy dan Abon lele.
PKKMB ini dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si, serta turut hadir Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, Dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kerja Sama, dan Sistem Informasi dr. Nindya Aryanty, Sp.A., M. Med, Ed, Wakil Dekan Bidang Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr. dr. Fairuz, Sp.PA., M.Kes, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Nofrans Eka Saputra, S.Psi., M.A serta ketua jurusan dan ketua program studi di lingkungan FKIK Universitas Jambi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Nikmatnya Lumpia Bu Haji Jambi, Resep Legendaris Kini Tampil Modern
-
Bullying atau Mentalitas Rapuh? Menakar Batas Luka di Dunia Kampus
-
Sambal Seruit Simpang Kopi, Primadona Pedas Lampung yang Menggetarkan Jambi
-
Tukarkan Kayu dengan Rasa, Rahasia Kuliner di Balik Megahnya Candi Jambi
-
Perahu Baganduang: Saat Anak Muda Menolak Lupa di Arus Modernisasi
Artikel Terkait
-
6 Cara Menerapkan Kebiasaan Baik untuk Pendidikan Anak ala Steven Covey
-
Hasilkan Insinyur Berkualitas dengan Kurikulum Kelas Dunia
-
JPPR Menduga Ada Konflik Kepentingan di Balik Penundaan Pengumuman Hasil Seleksi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota
-
Investasi ke Pendidikan, Kompetensi Guru Hingga Pengawas Sekolah Perlu Ditingkatkan
-
Delapan Siswa SD di Sleman Diduga Keracunan Jajanan Kantin, Disdik Berikan Penjelasan
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan