Pada awalnya, ojok online atau ojol hanya bisa digunakan untuk mengantar jemput seseorang. Lambat laun, jasa ojol ini makin meluas. Mulai dari antar makanan hingga jasa kurir. Tentu hal ini memudahkan sekali pada banyak aspek kehidupan. Setidaknya manusia tidak perlu lagi banyak bergerak untuk menyelesaikan masalah.
Masalah yang sebenarnya, jasa ojek online in kadang-kadang dibebankan masalahnya kepada sang driver. Pasalnya, ada biasa klien yang minta barangnya diantarkan driver ojol, tapi tak mau peduli bagaimana kondisi barangnya dan bagaimana kondisi sang driver ojol ketika berkendara. Misalnya, klien meminta dibawakan barang dengan jumlah yang sangat banyak.
Bagi driver yang profesional, mungkin akan tetap mengiyakan pekerjaan berat itu, tapi jatuhnya agak kasihan juga sih. Kalau kamu tidak percaya, setidaknya kamu dapat melihat seperti yang diunggah akun TikTok @kingsutisno berikut ini.
BACA JUGA: Pria Usia 80 Tahun Ini Ujian Proposal Skripsi, Bukti Pendidikan Tak Kenal Umur
Tampak dalam video itu, perekam memperlihatkan seorang diver yang mengantar es batu. Masalahnya, es batu yang dia angkut itu sangat banyak. Saking banyaknya, es batu itu memenuhi jok motor dan hampir tak menyisakan ruang buat pengemudi duduk.
Apa yang terjadi, sang driver ojol pun terpaksa duduk di ujung belakang jokya, sambil memeluk es batu dan memegang setir motor. Walaupun bikin iba, momennya itu terlihat kocak juga sih.
Bisa kita bayangkan, gimana dinginnya badan driver ojol itu yang mengendarai motor sambil peluk es batu. Sampai sang pengunggah sendiri berkelakar, “dingin dikit gak ngaruh.”
BACA JUGA: Ini Harta Kekayaan Anggota DPRD Samarinda Celni Pita Sari Suka Hidup Mewah
Seandainya barang bawaan kelewat itu diantar driver taksi online saja, itu sih lebih baik. Soalnya kasihan kalau diver ojol yang bawa. Selain itu, ia juga beresiko bagi barang yang hendak dibawa.
Sontak video tersebut menjadi viral di TikTok dan menuai banyak komentar dari warganet. Hingga tulisan ini dibuat, video tersebut telah ditonton 973,2 ribu kali, 100,2 ribu komentar, 1,6 ribu komentar, dan 16,6 ribu kali dibagikan.
“Polisi juga bingung nilangnya,” tulis akun @adz*****.
“Tapi kasihan uy, bosnya kagak punya mobil khusus apa,” timpal yang lain.
“Kasian tau, demi keselamatan plis pinjamin mobil kek buat anter barang,” sahut lainnya dengan turut prihatin.
“The real cowok cool,” ujar netizen lain di kolom komentar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Pemerintah Mulai Galak! Media Sosial Hanya Buat Promosi Produk, Tak Bisa Transaksi Langsung
-
Terlantar, Pria Tua di Siantan Alami Kepala Bocor hingga Tercebur ke Parit, Netizen: Dinas Sosialnya Mana
-
Viral Video 2 Pondok di Pulau Datok Terbakar Akibat Warga Bakar Sampah
-
Tak Ada Akses Internet, Siswa SMP di Kalbar Terpaksa Naik Bukit Kebun Sawit Demi Laksanakan ANBK
-
4 Dampak Buruk Roleplay di Media Sosial yang Harus Kamu Waspadai
News
-
6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Regenerasi, Hadirkan Ruang Bertemunya Beragam Generasi dalam Dunia Seni
-
Dunia di Ambang Batas: Mungkinkah Kita Hidup Berkelanjutan dengan 12 Miliar Orang?
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Terkini
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan