Syahrul Yasin Limpo (SYL) resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai Menteri Pertanian (mentan), pada Kamis (5/10/2023). Menurutnya harga diri lebih tinggi daripada jabatan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Syahrul Yasin Limpo usai menyampaikan surat pengunduran diri sebagai menteri pertanian kepada Presiden Joko Widodo, melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di Kementerian Sekretariat Negara, di Jakarta.
“Saya orang Bugis Makassar dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat atau jabatan,” kata Syahrul, seperti dikutip dari suara.com, pada Jumat (6/10/2023).
BACA JUGA: Viral Kamar Kos Wanita Penuh Sampah dan Air, Diduga Idap Hoarding Disorder
Melansir dari akun Instagram @frix.id, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang juga politisi NasDem, mengatakan siap menghadapi persoalan kasus dugaan korupsi yang menimpanya secara bertanggungjawab.
“Nasihat-nasihat para orang tua dari tanah kelahirannya dapat selalu dipegang teguh oleh dia, yakni manakala berani berbuat harus berani bertanggungjawab,” tulis sebagai keterangan pada unggahan tersebut.
Kendati mengaku siap, Syahrul juga berharap tidak ada sentimen negatif terhadapnya terlebih dahulu.
“Walaupan saya berharap jangan ada stigma dan persepsi yang menghakimi saya terlebih dahulu karena biarkanlah proses hukum berlangsung dengan baik dan saya siap menghadapi,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Surya Paloh memerintahkan SYL untuk segera menghadap ke Presiden Jokowi untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai mentan.
“Ini yang paling penting saudara ketahui, NasDem tetap pada komitmen, ada permasalahan, jangan lari dari masalah, hadapi masalah,” kata Ketum NasDem Surya Paloh, seperti dikutip dari suara.com.
BACA JUGA: Freeport Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Jurusan yang Dicari
Surya Paloh menegaskan, kalau partai yang dia pimpin itu tetap ingin mengedepankan semangat pemberantasan korupsi.
“Kita ingin agar bisa memberikan semangat dan nilai kepeloporan selalu ke depan dalam upaya pemberantasan korupsi agar diri kita bisa lebih baik,” tuturnya.
“Agar harapan dan cita-cita bersama bisa terwujud sebagaimana kita harapkan. Inilah yang saya sampaikan kepada saudara semua,” lanjutnya.
Soal SYL yang menyinggung harga diri Bugis Makassar seperti dalam unggahan Instagram @frix.id, tentu tak lepas komentar dari warganet. Berikut beberapa komentar netizen yang dapat dilihat.
“Punya harga diri ya jangan korupsi. Jadi jangan bawa-bawa suku, karena suku manapun pasti punya harga diri,” timpal yang lain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Fakta-fakta Laporan Pemerasan Pimpinan KPK: Diam-diam SYL Sudah 3 Kali Diperiksa Polisi
-
Tiga Jagung Rebus Jadi Saksi Pertemuan Ketua KPK Firli Bahuri dan Mentan Syahrul
-
Syahrul Yasin Limpo Resign, Siapa Menteri NasDem yang Tersisa di Kabinet Jokowi?
-
9 Catatan Hitam Ketua KPK Firli Bahuri: Terkini 'Skandal' Peras Mentan SYL
-
SYL Mundur, Falsafah Bugisnya Kembali Disinggung : Ada Saatnya Kau Dipermalukan
News
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?