Telah viral di media sosial yang memperlihatkan seorang petani semangka menginjak-injak semangka, hal itu dikarenakan ia merasa kesal dengan harga semangka yang semakin anjlok.
Salah satu akun yang membagikan momen tersebut lewat Instagram @fakta.indo, dalam video itu terlihat kaki wanita yang menginjak bagian tengah semangka hingga berbentuk lobang. Tidak hanya satu semangka yang ia injak, tetapi ia melakukannya pada banyak semangka.
“Reneo gaes, iki lho semongko gak payu, Diidek-idek ae iki, gak payu (Sini gaes, ini lho semangka gak laku. Diinjak-injak aja ini, gak laku),” ujar seorang wanita dalam rekaman video itu.
Kemudian yang merekam kejadian itu lalu mengarahkan kamera ke arah depan dan memperlihatkan tumpukan semangka yang diduga baru panen.
Terlihat pula sejumlah petani yang tampak duduk di pinggir sambil membela semangka.
Petani itu terpaksa menginjak semangka diduga karena kesal harga buah semangka saat ini sedang anjlok.
Dari unggahan tersebut, diketahui para petani semangka tersebut berasal dari kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur.
Dari berbagai sumber juga disebutkan, menurunnya harga semangka juga dirasakan oleh petani di desa Tenggor, kecamatan Balongpanggang, kabupaten Gresik. Harga semangka saat ini turun 30 persen dibandingkan masa panen sebelumnya.
Biasanya harga semangka paling rendah Rp4.000 per kilogram, tetapi saat ini menyentuh harga Rp2.500 per kilogram.
Sontak unggahan tersebut mengundang beragam komentar dari warganet. Tak sedikit yang menilai, lebih baik petani itu menyedekahkan semangkanya itu daripada diinjak-injak.
Hingga tulisan ini dibuat, video yang diunggah @fakta.indo itu telah ditonton sebanyak 339 ribu kali, 8443 like, 1147 komentar, dan 246 kali dibagikan. Berikut beberapa komentar dari netizen.
“Lebih baik dibagikan secara gratis, lebih berkah dan bermanfaat. Mengingat sodara kita banyak yang kelaparan,” tulis akun @re_f***.
“Jangan heran kalau rezeki makin seret kalau makanan berkah gini digituin. Marah manusiawi, sikap kudu dikontrol,” timpal yang lainnya.
“Astagfirullah...ada yang manusiawi model begini, dulu bapakku pernah nanem semangka pas panen harganya turun tapi tetap dijual sebiji 1000-2000, tetap laku kok daripada mubadzir,” sahut netizen lain di kolom komentar.
Baca Juga
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
-
Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
-
Miskin Itu Bukan Takdir, Tapi Warisan yang Lupa Ditolak
-
Generasi Sigma 2026: Anak Bayi yang Sudah Ditunggu Algoritma
Artikel Terkait
-
Heboh Wanita Cantik Asal Sukoharjo Mendadak Hilang Tanpa Kabar, Begini Ciri-cirinya
-
Kecelakaan Berujung Keributan di Bundaran Senayan, Mobil Sport Ferrari Merah Seruduk Taksi dan Pemotor hingga Ringsek
-
Tak Mau Bayar, Pengendara Mobil di Madiun Nekat Kabur Usai Isi BBM di SPBU hingga Bikin Mesin Roboh
-
Pria Bogor Lapor Polisi Gegara Istrinya Hilang Usai Beli Bakso, Emas Dibawa Pergi
News
-
Lebaran Masih Lama, tapi Pesugihan Massal Udah Mulai di Bioskop: Review Film Setannya Cuan!
-
Bukan Kaleng-Kaleng! Inilah Hypercar Swedia Hampir Rp100 Miliar yang Terparkir di Sidoarjo
-
Flash Sale dan Ledakan Transaksi Online: Saat Diskon Ramadan Lebih Menggoda daripada Aroma Opor
-
Lebaran Jalur Narik: Ketika Jaket Hijau Lebih Sibuk dari Panitia Zakat
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
Terkini
-
4 Padu Padan Outfit Monokrom ala Seo Kang Joon, Clean dan Stylish!
-
Bertemu Lail dan Esok di Novel Hujan: Jajaran Romansa Ringan ala Tere Liye
-
BBM Aman 20 Hari ke Depan, Yakin Nggak Panik saat Mudik Nanti?
-
Book's Kitchen: Refleksi Hidup di Tengah Dunia Kerja yang Menyandera Hidup
-
Bukber Alumni Perkuliahan dan Politik Jaringan Sosial