Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat siap membuktikan bahwa rekaman CCTV yang memperlihatkan tangan menuangkan sianida adalah hasil rekayasa. Seperti diketahui, Edi Darmawan Salihin sempat menunjukkan bukti baru rekaman CCTV yang diklaimnya tangan Jessica Wongso menuangkan racun sianida ke minuman Mirna.
Video tersebut diperlihatkan ayah Mirna ini saat menjadi bintang tamu di acara Karni Ilyas.
BACA JUGA: Bukan Cuma Kamaruddin Simanjuntak, 70 Ribu Pengacara Bakal Pasang Badan Bela Jessica Wongso
Meskipun yakin rekaman CCTV itu hasil rekayasa tetapi Abimanyu enggan membeberkan detail kejanggalan dalam video diduga tangan Jessica Wongso.
"Saya yakin bukan (tangan Jessica), karena ada satu cirinya yang itu bukan tangan dia, tetapi saya nggak mau kasih tahu cirinya," ucap Abimanyu Wachjoewidajat dikutip dari potongan video podcast dr Ricard Lee yang diunggah akun TikTok @/itsonly_me, Selasa (17/10/2023).
Abimanyu mewanti-wanti siapa saja yang mengklaim video tangan Jessica Wongso menuangkan racun. Sebab, ia akan membongkar kebenaran yang ada di persidangan nanti jika diminta sebagai saksi ahli.
"Kalau ini dipakai di pengadilan, saya bilang siapapun yang pakai di pengadilan hati-hati. Kalau nanti saksi ahlinya itu ketemunya sama saya, saya bongkar," tegasnya.
BACA JUGA: Berkelakuan Baik, Jessica Wongso Bisa Keluar Penjara 2-3 Tahun Lagi
Pernyataan ahli digital forensik tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet.
"Netizen 'Kenapa gak dijelaskan sekalian?' Blok! Orang dr Djaja yang bilang red cherry aja langsung di edit jadi red cherry (emoji tertawa)" komentar seorang warganet mengaitkan pernyataan Abimanyu dengan kesaksian dokter Djaja saat sidang kasus kopi sianida 2016 lalu.
"Kalau gak salah Jess pakai jam tangan di kiri," ujar yang lain.
"CCTV yang bapaknya Mirna bongkar di YouTube bang Karni itu ada yang aneh karena di sana Jessica nggak pakai jam tangan," sahut lainnya.
"Tapi sampai kapan kasusnya ini dibuka kembali bahkan orang no 1 pun di Indo belum ngerespon," tulis warganet lain.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam